Chapnews – Nasional – Setelah 10 hari berjuang melawan amukan si jago merah, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Insiden yang sempat menimbulkan kepulan asap tebal dan kekhawatiran warga ini kini menyisakan pelajaran berharga, mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang, termasuk pembangunan embung atau kolam penampungan air di sekitar area TPA.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur vital ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk meminimalisir risiko kebakaran serupa di masa mendatang. "Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun infrastruktur dari Jalan Mauk menuju TPA Jatiwaringin, termasuk pembuatan embung di sekitar TPA," jelas Taufik, seperti dikutip dari chapnews.id. Embung ini diharapkan dapat menjadi sumber air cadangan yang siap digunakan dalam penanganan darurat kebakaran.

Meski seluruh titik api telah dinyatakan padam, status tanggap darurat bencana di wilayah tersebut masih dipertahankan hingga 14 Juli mendatang. Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memastikan pemantauan intensif dan pendinginan menyeluruh. "Ini akan kita selesaikan sampai dengan tanggal 14. Nanti akan kita lihat setelah tanggal 14 apakah perlu diperpanjang atau kondisinya sudah landai seperti sekarang," ujar Maesyal, menunjukkan kehati-hatian pemerintah daerah.
Pantauan di lokasi pada Jumat (10/7) sore menunjukkan tidak ada lagi kobaran api maupun kepulan asap yang terlihat di area timbunan sampah. Kendati demikian, sejumlah petugas gabungan dari berbagai instansi masih terus melakukan pembasahan di beberapa titik. Langkah ini krusial untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas di dalam tumpukan sampah yang tebal, yang bisa memicu kebakaran susulan. Proses pendinginan ini, menurut Maesyal, akan tetap dilakukan oleh personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD.
Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB, Riswandi, turut menyampaikan bahwa pihaknya tetap menyiagakan dukungan personel dan armada udara, siap membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan maupun TPA jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Riswandi juga menekankan pentingnya mitigasi proaktif bagi setiap daerah yang memiliki TPA, terutama mengingat prediksi cuaca ekstrem dan musim kemarau panjang dari BMKG.
"Ini juga sebuah pembelajaran buat kita semua yang mempunyai area atau yang mempunyai TPA-TPA untuk memitigasi potensi kebakaran seperti yang terjadi di sini. Mulai untuk pembasahan dan lain sebagainya karena cuaca menurut perkiraan BMKG ini sangat panas dan ekstrem," pungkas Riswandi, mengingatkan agar pemerintah daerah tidak lengah dan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di musim kemarau.

