Chapnews – Nasional – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendesak seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk segera mempercepat pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Desakan ini muncul mengingat target ambisius 400 ribu unit bedah rumah yang harus tercapai tahun ini, sementara waktu terus berjalan. Arahan tegas tersebut disampaikan Mendagri dalam Rapat Pembahasan Efisiensi dan Progres Tahapan Program BSPS yang digelar secara hibrida dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, pada Jumat (10/7).
"Ini sudah bulan Juli, kita ingin mempercepat agar program dari Kawasan Permukiman ini betul-betul bisa sesuai dengan target yang telah ditetapkan," ujar Tito, menyoroti urgensi pencapaian target. Meskipun data calon penerima BSPS sudah tersedia, ia mengungkapkan bahwa masih banyak yang memerlukan verifikasi ulang karena belum memenuhi kriteria. Ironisnya, beberapa daerah justru masih terus mengajukan data terbaru tanpa proses penyaringan yang ketat.

Tito secara terang-terangan menilai bahwa sebagian Pemda belum memberikan perhatian serius terhadap percepatan program vital ini. Ia menekankan pentingnya verifikasi cermat di lapangan untuk setiap usulan. "Kalau nanti asal diajukan, enggak memenuhi syarat, targetnya tadi yang diberikan oleh Menteri PKP misalnya di daerah itu 200 (rumah), ternyata yang masuk kriteria persyaratan hanya 50 (rumah), ya sudah 150 (rumah lain)-nya mungkin diserahkan kepada daerah lain yang lebih siap. Jadi, jangan sampai nanti rekan-rekan di daerah kecewa," tegasnya, memberikan peringatan keras.
Untuk menghindari kekecewaan dan memastikan target tercapai, Mendagri mendorong Pemda mengambil langkah konkret. Ini termasuk memastikan seluruh calon penerima memenuhi persyaratan sesuai ketentuan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kolaborasi erat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing kabupaten/kota juga diminta untuk memperkuat pendataan dan verifikasi. "Intinya adalah agar rekan-rekan di wilayah ini dapat melakukan langkah-langkah dalam rangka mendukung percepatan target 400 ribu unit ini," tambahnya.
Percepatan program BSPS ini bukan hanya sekadar angka, melainkan memiliki dampak multifaset bagi daerah. Selain berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan, program ini juga berpotensi besar menciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan roda perekonomian lokal, serta secara langsung meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang selama ini masih menempati rumah tidak layak huni.
"Nah itu yang kita harapkan, itu bisa bergerak di lapangan untuk mengumpulkan data, membantu verifikasi kelayakannya, sehingga bisa dieksekusi dengan baik," pungkas Mendagri, berharap adanya sinergi yang kuat dari seluruh elemen daerah.

