Boom Pariwisata! 15,39 Juta Wisman Banjiri RI 2025!
Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan performa gemilang sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengejutkan, mencatat total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 15,39 juta orang. Angka fantastis ini tidak hanya melampaui ekspektasi, namun juga menjadi capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir, menandakan kebangkitan industri pariwisata pasca-pandemi yang kuat.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam rilis pers di Jakarta pada Senin (2/2/2026), menjelaskan bahwa pada Desember 2025 saja, Indonesia kedatangan 1,40 juta wisman. Rinciannya, 1.122.993 kunjungan tercatat melalui pintu masuk utama dan 182.867 kunjungan via pintu masuk perbatasan. "Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan, yakni 17,25 persen secara bulanan dan 14,43 persen secara tahunan," ujar Ateng, menyoroti momentum positif di akhir tahun.
Secara kumulatif, total 15,39 juta wisman yang datang sepanjang 2025 merepresentasikan lonjakan 10,80 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024. Ateng menegaskan, pencapaian ini merupakan titik balik penting bagi pariwisata nasional, melampaui angka-angka kunjungan yang tercatat sejak tahun 2020 dan menunjukkan resiliensi sektor ini.
Dominasi asal negara wisman pada Desember 2025 masih dipegang oleh Malaysia dengan kontribusi 17,4 persen dari total kunjungan. Disusul ketat oleh Singapura sebesar 14,5 persen, dan Australia yang menyumbang 11,05 persen. Ketiga negara tetangga ini konsisten menjadi pasar utama bagi pariwisata Indonesia, didukung oleh kedekatan geografis dan konektivitas yang baik.
Meskipun terjadi sedikit penurunan jumlah kunjungan dari ketiga negara tersebut jika dibandingkan dengan bulan November 2025, tren positif tetap terlihat dalam skala tahunan. Data menunjukkan bahwa kunjungan wisman dari Malaysia, Singapura, dan Australia secara keseluruhan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan periode Desember 2024, mengindikasikan pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan. Capaian ini menjadi angin segar bagi pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif, serta menjadi modal berharga bagi pemerintah untuk terus mengembangkan potensi pariwisata Indonesia di kancah global.



