Chapnews – Nasional – Kota Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul keracunan massal yang menimpa 210 siswa setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG). Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan penetapan KLB ini dilakukan pada Jumat lalu untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. "Biaya pengobatan seluruhnya ditanggung Pemkot Bogor," tegas Dedie, Senin (12/5).
Langkah ini, menurut Dedie, merupakan bagian dari penanggulangan KLB untuk mencegah meluasnya kasus dan munculnya korban baru. Ia menambahkan, pihaknya telah mengunjungi korban di RSUD dan mendorong mereka untuk segera pulang setelah dinyatakan pulih.

Hasil pemeriksaan laboratorium dari Labkesda Kota Bogor mengungkapkan, dua jenis bakteri, Escherichia coli (E.coli) dan Salmonella, ditemukan dalam menu telur ceplok berbumbu barbekyu dan tumis tahu toge. Kedua menu tersebut berasal dari penyedia makanan SPPG Bina Insani yang menyuplai MBG ke delapan sekolah. "Bakteri E.coli dan Salmonella terdeteksi pada kedua menu tersebut," ungkap Dedie.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, dalam keterangan tertulis Minggu (11/5), mengungkapkan total 210 siswa dari delapan sekolah mengalami gejala keracunan. Hingga saat ini, 34 siswa masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Kasus ini tercatat terjadi antara tanggal 7-9 Mei 2025. chapnews.id terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan informasi terbaru.


