Stasiun JIS Segera Beroperasi Juni, Jakarta Makin Lancar!
Chapnews – Nasional – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan kabar gembira terkait progres pembangunan stasiun kereta Jakarta International Stadium (JIS). Ia memastikan bahwa proyek infrastruktur vital ini telah memasuki tahap akhir penyelesaian dan ditargetkan akan mulai melayani masyarakat pada pertengahan tahun ini, tepatnya bulan Juni. Pernyataan optimis ini disampaikan Pramono saat meninjau Gedung Pompa Ancol, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (7/4).

"Untuk JIS ini diperkirakan bulan Mei selesai, bulan Juni akan beroperasi," tegas Pramono, menyoroti jadwal yang telah ditetapkan. Kehadiran stasiun ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas menuju salah satu ikon olahraga dan hiburan baru di ibu kota, sekaligus menjadi solusi transportasi bagi warga sekitar.
Namun, visi Pemprov DKI tidak hanya berhenti pada Stasiun JIS. Pramono Anung juga mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi tengah mematangkan rencana perluasan jaringan kereta api di ibu kota. Langkah ini diambil sebagai upaya komprehensif untuk mengurai kemacetan parah yang kerap melanda Jakarta. Perluasan infrastruktur transportasi ini dirancang untuk memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien bagi warga, menghubungkan wilayah selatan hingga utara Jakarta.
"Bukan hanya Stasiun JIS yang KRL-nya. Kami juga membahas hal-hal lain di antaranya adalah bagaimana dengan penyelesaian MRT, termasuk kemudian Kota Tua, termasuk kemudian trayek listrik yang 16 kilo dari Rawajati sampai ke Tanjung Priok," jelas Pramono. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini secara signifikan akan membantu kemudahan transportasi di Jakarta, menciptakan sistem yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga sedang mengebut upaya menciptakan konektivitas antarmoda yang mulus di pusat-pusat kawasan perkantoran. Integrasi ini akan menyatukan titik-titik transit padat penumpang di jantung ibu kota, seperti Dukuh Atas, Stasiun BNI, dan Karet, agar perpindahan pengguna transportasi umum menjadi jauh lebih praktis dan efisien. "Termasuk urusan yang Dukuh Atas, kemudian juga Stasiun BNI dan Karet, yang akan kita integrasikan segera akan dilakukan," pungkas Pramono.
Pengembangan dan integrasi transportasi umum memang menjadi salah satu prioritas utama Pemprov DKI dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai moda transportasi seperti Transjakarta, Minitrans, dan Jaklingko telah menjadi tulang punggung layanan publik. Transjakarta bahkan mulai diperluas jangkauannya ke daerah-daerah penyangga Jakarta melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Untuk transportasi berbasis rel, Jakarta telah memiliki Moda Raya Terpadu (MRT) dan Lintas Raya Terpadu (LRT), serta KRL Jabodetabek yang merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah pusat melalui PT KAI. Semua upaya ini menegaskan komitmen Pemprov DKI untuk mewujudkan sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi seluruh warga.


