Chapnews – Nasional – Jawa Barat mengirimkan 274 siswa nakal ke barak militer untuk mengikuti program pembinaan karakter. Langkah kontroversial ini menuai pro dan kontra, namun Pemprov Jabar menegaskan program tersebut bertujuan membentuk karakter siswa yang lebih baik.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa para siswa SMA dan SMK tersebut mengikuti program kerja sama antara Pemprov Jabar dan Kodam III Siliwangi. "Pendidikan karakter ini berlangsung selama 28 hari," ujar Herman melalui rilis resmi, Kamis (8/5). Program ini memadukan pendidikan formal dengan pelatihan fisik.

Para siswa mengikuti pelatihan selama 28 hari, dengan jadwal Senin-Kamis pukul 12.30-15.30 WIB, dan dapat ditambah sesuai kebutuhan. Metode pembelajarannya terdiri dari 40 persen ceramah, motivasi, diskusi, dan bedah kasus, serta 60 persen aktivitas fisik. Proporsi ini bisa berubah sesuai situasi.
Kurikulumnya menggabungkan standar kurikulum bela negara TNI AD dan kurikulum pendidikan nasional. Pelatihan meliputi orientasi, level dasar, dan level lanjutan, dengan pelatih profesional dari Dodik Bela Negara Rindam dan Disdik Jabar. Setelah 28 hari, siswa diharapkan menguasai standar kompetensi Pancawaluya dan akan dibina lebih lanjut oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas selama tiga bulan, bahkan lebih jika diperlukan.
Sebelumnya, program ini menuai kontroversi, khususnya dari Komnas HAM yang menilai TNI tidak berwenang melakukan pendidikan kewarganegaraan. Pemprov Jabar sendiri menyatakan program ini ditujukan untuk siswa yang terlibat kenakalan remaja, seperti bolos sekolah, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba. Program ini bertujuan untuk membina mereka agar menjadi warga negara yang lebih baik.



