Ads - After Header

Ahmad Dewatara

Pekanbaru Dicekam Asap Karhutla: Udara Hitam Mencekam!

Chapnews – Nasional – Kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, pada Senin pagi, menyebabkan kualitas udara mencapai tingkat berbahaya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengonfirmasi kondisi ini, memicu kekhawatiran serius di kalangan warga.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa asap tersebut paling jelas terdeteksi di area Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Kualitas udara di sana sempat tercatat "hitam" atau sangat berbahaya, dengan konsentrasi Particulate Matter (PM 2.5) mencapai 276 mikrogram per meter kubik.

Warjono, dalam keterangannya pada Selasa (18/8) seperti dikutip dari Antara, mengungkapkan, "Tadi pagi, terutama di bandara, asap terpantau masuk ke wilayah Kota Pekanbaru dan kualitas udaranya sampai berwarna hitam atau berbahaya." Ia menambahkan bahwa asap ini kemungkinan besar berasal dari Kabupaten Pelalawan, mengingat banyaknya titik api di sana. Beruntung, kondisi mencekam ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Angin yang cukup kencang berperan penting dalam memudarkan asap dengan cepat.

Setelah periode singkat itu, kualitas udara di Kota Pekanbaru berangsur membaik, kembali ke level "biru" atau sedang, dan asap tidak lagi terdeteksi. Namun, situasi berbeda terjadi di Kabupaten Pelalawan, yang masih diselimuti asap tebal karena merupakan episentrum kebakaran.

Menurut Warjono, saat ini terpantau 75 titik panas di Riau, dengan mayoritas, yakni 30 titik, berada di Pelalawan. Kebakaran masih berkobar di wilayah Kerumutan, area yang sulit dijangkau dan didominasi oleh tanah gambut yang sangat mudah terbakar.

Meskipun prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Riau bagian barat, ancaman karhutla tetap tinggi. BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada, terutama dengan suhu yang sudah mencapai 33 derajat Celsius dan mendekatnya musim kemarau. "Warga diimbau untuk segera melaporkan atau mengambil tindakan awal jika menemukan api, mengingat potensi penyebaran yang sangat cepat dalam kondisi kering ini," tegasnya.

Sebagai upaya mitigasi, BMKG berencana memaksimalkan setiap potensi awan hujan dengan melakukan penyemaian garam. Langkah ini diharapkan dapat memicu hujan buatan di lokasi-lokasi kebakaran lahan, membantu memadamkan api dan mengurangi dampak asap.


Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer