Wajah RI Tercoreng Asap! Hanura Desak Sanksi Tegas!
Chapnews – Nasional – Partai Hanura mendesak Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengambil tindakan serius dan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini kembali meluas di berbagai wilayah Kalimantan dan Sumatera. Desakan ini muncul seiring kekhawatiran atas dampak karhutla yang tidak hanya merugikan dalam negeri, tetapi juga mencoreng citra Indonesia di mata internasional, bahkan sampai meliburkan sekolah di Malaysia.

Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menyatakan keresahannya. Menurutnya, karhutla seolah menjadi "penyakit tahunan" yang selalu berulang pada periode Agustus hingga Oktober. Ia menegaskan bahwa seharusnya masalah ini bisa diantisipasi lebih dini oleh semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga pemerintah pusat. "Hampir setiap tahun karhutla terjadi, tinggal skala besar atau kecilnya. Seharusnya, dengan pengalaman ini, antisipasi bisa dilakukan lebih awal dan lebih matang," ujar Rio dalam keterangannya yang diterima chapnews.id pada Senin (24/8).
Rio Capella menyoroti dampak lintas batas karhutla yang kini telah menyebabkan sejumlah sekolah di Malaysia terpaksa diliburkan akibat kabut asap tebal. Ia merasa prihatin karena kondisi ini menjadi cerminan negatif bagi Indonesia di mata negara tetangga. "Jika kemudian isu ini menjadi sorotan nasional, bahkan sampai 15 sekolah di Malaysia harus diliburkan karena asap, ini jelas menggambarkan wajah Indonesia yang kurang baik di mata dunia internasional," tambahnya.
Hanura berharap pemerintah tidak hanya berhenti pada pernyataan akan menindak tegas, tetapi benar-benar mewujudkannya melalui proses hukum yang transparan dan langkah-langkah pencegahan yang efektif di lapangan. Rio juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran liar yang seringkali menjadi pemicu karhutla. "Jangan sampai Presiden menyatakan akan mengambil tindakan tegas, namun pada akhirnya tindakan tegas itu tidak terealisasi," tegasnya.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (22/8) menunjukkan bahwa luas karhutla secara nasional telah mencapai angka mencengangkan, yaitu 72.798 hektare. Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi provinsi dengan luasan karhutla terbesar, mencapai 38.310 hektare. Sementara itu, Riau mencatat 16.249,24 hektare, Kalimantan Selatan 8.019,62 hektare, Kalimantan Tengah 7.634,46 hektare, Sumatera Selatan 1.926,23 hektare, dan Jambi sekitar 658,29 hektare. Angka-angka ini menjadi bukti nyata urgensi penanganan karhutla yang lebih serius dan berkelanjutan.

