Chapnews – Nasional – Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4) sore, memicu banjir bandang yang merendam tujuh desa di dua kecamatan. Sebanyak 234 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Moutong dan Taopa dilaporkan terdampak, termasuk kelompok rentan seperti balita dan lansia.
Menurut keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, total 234 KK harus menghadapi dampak banjir ini. Rinciannya, 227 KK berada di Kecamatan Moutong, sementara 7 KK lainnya di Kecamatan Taopa. Di antara para korban terdampak, terdapat 25 balita dan 15 lansia yang membutuhkan perhatian khusus.

Peristiwa nahas ini bermula pada Jumat, 3 April, sekitar pukul 17.00 WITA. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang tak henti-hentinya mengguyur Parigi Moutong menyebabkan debit air sungai di Kecamatan Moutong dan Taopa meningkat drastis hingga meluap, merendam permukiman warga dan fasilitas umum.
Data dari BPBD chapnews.id mencatat, tujuh desa yang terdampak parah meliputi Desa Gio Barat, Moutong Utara, Pande, dan Pandelalap di Kecamatan Moutong. Sementara itu, di Kecamatan Taopa, banjir menerjang Desa Paria, Tompo, dan Sibatang.
Meskipun sebagian warga sempat mengungsi ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman, Moh Rivai memastikan bahwa saat ini mereka telah kembali ke kediaman masing-masing setelah genangan air mulai surut di beberapa titik. Tim gabungan dari BPBD bersama warga setempat kini bahu-membahu membersihkan sisa material lumpur dan puing-puing yang terbawa arus banjir.
Menyikapi kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan lebat, BPBD chapnews.id mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi banjir susulan menjadi perhatian serius, dan warga diminta untuk selalu memantau informasi terkini serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.


