Ads - After Header

AI Canggih, Guru Tak Terganti! Ini Kata Mendikdasmen

Ahmad Dewatara

AI Canggih, Guru Tak Terganti! Ini Kata Mendikdasmen

Chapnews – Nasional – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dengan tegas menyatakan bahwa secanggih apapun kecerdasan buatan (AI), perannya tidak akan pernah bisa menggantikan guru dalam dunia pendidikan. Penegasan ini disampaikan di tengah kekhawatiran akan disrupsi teknologi dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa AI, meskipun memiliki kemampuan luar biasa dalam mengolah data dan menyajikan informasi dengan cepat, tetaplah sebuah teknologi dengan keterbatasan. AI tidak memiliki pengalaman hidup, tanggung jawab moral, serta dimensi kemanusiaan yang menjadi esensi dari peran seorang guru. Hal ini diungkapkan saat menjadi pembicara dalam seminar nasional tentang AI di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (24/1), seperti dikutip chapnews.id.

AI Canggih, Guru Tak Terganti! Ini Kata Mendikdasmen
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"AI tetap merupakan teknologi yang tidak bisa menyelesaikan segalanya atau menggantikan segalanya," ujarnya menekankan.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menuturkan bahwa meskipun AI dapat memberikan saran dan penjelasan, teknologi ini tidak dapat merasakan dan mengalami proses belajar seperti manusia. "AI bisa memberi nasihat dan menjelaskan banyak hal, tetapi AI tidak bertindak dan tidak mengalami," tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kendali manusia atas penggunaan AI. Penguasaan teknologi harus diimbangi dengan sikap kritis agar pengguna tidak terjebak pada informasi yang keliru atau bias. Etika dalam pemanfaatan AI, terutama di ruang digital, juga menjadi perhatian penting. Kualitas informasi yang disajikan AI sangat bergantung pada akurasi data yang diunggah.

Dalam konteks kebijakan pendidikan, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pembelajaran AI dan coding mulai diperkenalkan sebagai mata pelajaran pilihan di kelas V sekolah dasar. Penerapan kebijakan ini dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan guru dan satuan pendidikan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan dalam dunia pendidikan. Guru harus tetap menjadi aktor utama dalam membimbing siswa, menanamkan nilai-nilai, serta membentuk karakter. "Aset manusia dan dimensi kemanusiaan tidak boleh terlepas dalam konteks AI," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer