Ads - After Header

Ahmad Dewatara

Jokowi Tanggapi Keras Tuduhan Korupsi Kuota Haji

Chapnews – Nasional – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya memberikan klarifikasi terkait namanya yang terseret dalam dugaan kasus korupsi kuota haji tambahan. Berbicara di Solo pada Jumat (30/1), Presiden Jokowi mengonfirmasi bahwa kebijakan untuk meminta tambahan 20 ribu kuota haji tahun 2024 dari Kerajaan Arab Saudi memang merupakan inisiatifnya, namun ia dengan tegas membantah adanya perintah atau arahan untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Isu ini mencuat setelah mantan Menteri Agama periode 2020-2024, Yaqut Cholil Qoumas, dalam sebuah siniar yang tayang pada 15 Januari lalu dan kini kembali menjadi perbincangan, menyebutkan bahwa kuota haji tambahan tersebut diterima langsung oleh Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan duduk perkaranya. "Ya, memang itu kebijakan Presiden. Memang itu arahan dari Presiden," ungkap Presiden Jokowi. Ia menambahkan, setelah kuota tambahan berhasil didapatkan, pengelolaan selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada Kementerian Agama.

Presiden ketujuh RI ini menyatakan tidak ambil pusing jika namanya kerap dikaitkan dengan berbagai kasus korupsi yang terjadi di masa kepemimpinannya. Menurutnya, hal tersebut adalah konsekuensi logis mengingat setiap program kerja kementerian pasti berakar dari kebijakan, arahan, atau bahkan perintah langsung dari Presiden.

"Setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya, karena apapun program kerja menteri pasti dari kebijakan Presiden, pasti dari arahan Presiden, dan juga dari perintah-perintah Presiden," jelasnya.

Kendati demikian, Jokowi menekankan bahwa setiap program yang ia gagas selalu dilandasi niat baik demi kepentingan rakyat. Ia dengan lugas membantah keras tudingan bahwa dirinya pernah memerintahkan atau memberikan arahan kepada para menterinya untuk melakukan korupsi. "Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi. Enggak ada," tandas Jokowi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer