Chapnews – Nasional – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengukuhkan 117 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang akan mendampingi jemaah dari ibu kota. Pelantikan ini menandai dimulainya persiapan intensif untuk memastikan kelancaran ibadah haji bagi ribuan calon jemaah asal Jakarta yang akan segera bertolak ke Tanah Suci.
Berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Pramono menyampaikan bahwa Jakarta mendapatkan kuota haji sebanyak 7.819 jemaah. "DKI Jakarta mendapatkan kuota haji 7.819 jemaah, dan petugas haji yang baru dilantik ini berjumlah 117 orang," ujar Pramono, Kamis (16/4), seperti dikutip dari chapnews.id.

Ribuan jemaah tersebut akan diberangkatkan dalam 19 kelompok terbang (kloter). Rinciannya, tujuh kloter dijadwalkan pada tahap pertama keberangkatan, sementara 12 kloter sisanya akan menyusul pada tahap kedua. "Tahap pertama tujuh kloter, tahap kedua dua belas kloter," jelasnya lebih lanjut.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono Anung menekankan beratnya amanah yang diemban oleh para petugas PPIH. Ia secara khusus meminta agar setiap petugas mengedepankan pelayanan prima dan aspek kemanusiaan selama mendampingi jemaah di tengah padatnya jutaan umat dari seluruh dunia.
"Saya betul-betul meminta mereka memberikan pelayanan yang terbaik," tegas Pramono. Ia menambahkan, kesabaran dan keikhlasan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan. "Saya tekankan mudah-mudahan mereka bisa melayani dengan hati," imbuhnya, menggarisbawahi pentingnya pelayanan yang tulus.
Menjelang penyelenggaraan ibadah Haji 1447 Hijriah, persiapan di tingkat nasional juga terus dimatangkan. Menteri Haji dan Umrah RI, M. Irfan Yusuf, menginformasikan bahwa operasi penyelenggaraan haji secara keseluruhan akan dimulai pada 21 April mendatang.
Setelah proses masuk asrama, keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia diharapkan dapat dilaksanakan pada 22 April, sehari setelah dimulainya operasi. Sementara itu, kloter keberangkatan terakhir dijadwalkan pada 21 Mei. Pelantikan ini menjadi fondasi penting bagi suksesnya misi pelayanan haji dari DKI Jakarta.


