Chapnews – Ekonomi – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), atau yang dikenal luas sebagai BNI, berhasil mencatatkan kinerja finansial yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Bank pelat merah ini sukses membukukan laba bersih konsolidasi mencapai Rp20,0 triliun, sebuah pencapaian solid di tengah dinamika penyesuaian kebijakan moneter global dan fluktuasi ekonomi yang meningkat.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan eksternal, BNI menunjukkan ketangguhan dengan menjaga pertumbuhan kredit yang sehat dan seimbang secara konsolidasi. Hingga akhir tahun 2025, pertumbuhan kredit BNI tercatat sebesar 15,9% secara tahunan (Year on Year/YoY). Ekspansi kredit ini secara strategis diarahkan ke sektor-sektor produktif, menjadi pendorong utama capaian tersebut. Kinerja ini juga didukung oleh struktur pendanaan yang semakin kokoh, khususnya dari dana murah (CASA) yang solid, berkontribusi pada efisiensi biaya dana di tengah gejolak pasar. Selain itu, BNI juga berhasil menunjukkan perbaikan kualitas aset yang konsisten.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (3/2/2025), mengungkapkan bahwa hasil positif ini merupakan cerminan dari ketahanan model bisnis BNI. "Sepanjang 2025, kami dihadapkan pada tekanan global yang tidak ringan, mulai dari volatilitas pasar hingga penyesuaian suku bunga. Namun, BNI mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dengan berfokus pada penguatan pendanaan, disiplin risiko, serta ekspansi kredit yang tepat sasaran ke sektor-sektor produktif," jelas Putrama. Ia menambahkan, kesuksesan ini tak lepas dari penguatan fundamental, peningkatan produktivitas, dan transformasi berkelanjutan yang dijalankan perseroan.
Transformasi BNI tidak hanya berpusat pada adopsi teknologi mutakhir, tetapi juga mencakup penguatan organisasi dan peningkatan produktivitas di seluruh lini bisnis. Upaya ini meliputi peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, optimalisasi jaringan kantor, pemanfaatan analisis data yang mendalam, serta penguatan platform digital. Semua langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman nasabah yang lebih baik secara berkelanjutan.
Sebagai bagian integral dari ekosistem perbankan nasional, BNI juga proaktif dalam memantau perkembangan makroekonomi. Perseroan menerapkan langkah-langkah mitigasi yang terukur guna memastikan kebijakan strategis berjalan optimal dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang.
Dalam kerangka strategi transformasi digital, BNI terus mengembangkan "wondr by BNI" sebagai platform transaksi personal unggulan. Hingga akhir 2025, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui angka 12 juta, dengan tingkat keaktifan transaksi yang jauh lebih tinggi dibanding platform sebelumnya. Peningkatan interaksi nasabah ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan dana CASA.
Selain itu, BNI juga menyempurnakan platform "BNIdirect" yang melayani segmen korporasi dan bisnis, mencakup layanan Cash Management, Trade Finance, Bank Guarantee, dan Supply Chain Financing. Sepanjang 2025, BNIdirect mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi lebih dari 25% YoY, yang secara langsung memperkuat dana giro korporasi.
Di kancah internasional, BNI semakin memantapkan perannya sebagai orkestrator bisnis Indonesia menuju pasar global. Ini terwujud melalui jaringan internasionalnya di delapan pusat keuangan dunia, serta kemitraan strategis dengan lebih dari 1.300 bank koresponden di 90 negara yang mendukung 16 mata uang berbeda.



