Chapnews – Nasional – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara mengejutkan mengumumkan bahwa negara ini telah berhasil mencapai swasembada beras. Klaim tersebut, menurutnya, tidak lepas dari keberhasilan pemerintah dalam menekan harga pupuk serta memastikan distribusinya merata hingga ke tangan petani. Pernyataan penting ini disampaikan Prabowo di hadapan ribuan ulama dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dalam acara Mujahadah Kubro yang digelar untuk memperingati Hari Lahir Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (8/2) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa intervensi pemerintah dalam sektor pupuk menjadi kunci utama pencapaian ini. "Saya sudah buktikan, pemerintah sudah buktikan begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani dengan adil dan dengan cukup dan dengan harga yang kita turunkan," ujar Prabowo, disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Berkat penanganan masalah pupuk yang dinilai berhasil, Prabowo melanjutkan, cadangan beras nasional kini berada pada titik yang sangat aman. Ia bahkan mengklaim bahwa posisi cadangan beras di gudang-gudang logistik merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. "Alhamdulillah pertama kali dalam sejarah republik kita cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo memaparkan bahwa Indonesia secara resmi telah mencapai status swasembada beras sejak akhir tahun 2025. Setelah capaian ini, pemerintah menargetkan swasembada jagung, dan kemudian swasembada komoditas pangan secara menyeluruh dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. "Sejak 31 Desember 2025 Indonesia sekarang swasembada beras dan Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung, dan Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya," kutipnya.
Tak hanya soal swasembada, Prabowo juga memberikan janji untuk terus mengintervensi pasar guna menekan harga pangan. Langkah ini, menurutnya, krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan akses terhadap bahan pangan murah. "Ibu-ibu sekalian, kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia," janjinya.
Di akhir pidatonya, Prabowo turut menjabarkan progres program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau puluhan juta anak-anak dan lansia. Ia menargetkan cakupan program ini akan terus diperluas hingga mencapai maksimal 82,3 juta penerima manfaat sebelum akhir tahun 2026. "Dalam waktu kurang dari satu setengah tahun kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu dan orang-orang tua. InsyaAllah sebelum akhir tahun 2026 ini kita akan kita akan sampai 82,3 juta yang berhak," tutup Prabowo.



