Chapnews – Ekonomi – Pasar modal Indonesia memulai hari dengan optimisme tinggi pada Selasa, 24 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tancap gas, dibuka menguat signifikan sebesar 31,97 poin atau 0,38 persen, membawa indeks bertengger di level 8.428. Kenaikan ini menandai awal perdagangan yang positif bagi investor, memicu harapan akan tren bullish di sesi selanjutnya.
Aktivitas perdagangan di awal sesi menunjukkan gairah yang cukup besar. Tercatat, volume transaksi mencapai 1,7 miliar lembar saham dengan nilai transaksi fantastis sebesar Rp1 triliun. Frekuensi perdagangan juga tinggi, mencapai 148 ribu kali, sementara kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp15,1 triliun. Data ini mencerminkan partisipasi aktif dari pelaku pasar yang merespons sentimen positif.

Mayoritas saham menunjukkan tren positif. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 273 saham berhasil menguat, sementara 220 saham lainnya mengalami koreksi. Sebanyak 465 saham sisanya terpantau stagnan, tidak mengalami perubahan harga yang berarti, menunjukkan adanya konsolidasi di beberapa emiten.
Performa sektoral juga beragam, namun didominasi oleh penguatan yang cukup solid. Sektor Bahan Baku menjadi primadona dengan lonjakan 1,21 persen, menunjukkan minat investor pada komoditas dan industri dasar. Sektor Keuangan juga tampil perkasa, naik 1,02 persen, mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas perbankan dan lembaga keuangan.
Diikuti oleh Sektor Energi yang menguat 0,29 persen, Sektor Industri 0,20 persen, Sektor Non Siklikal 0,15 persen, Sektor Kesehatan 0,13 persen, Sektor Properti 0,01 persen, dan Sektor Transportasi 0,01 persen. Kenaikan pada sektor-sektor ini memberikan dorongan kolektif bagi pergerakan IHSG.
Namun, tidak semua sektor mampu mempertahankan momentum positif. Sektor Siklikal mencatat pelemahan tipis 0,01 persen, Sektor Infrastruktur turun 0,09 persen, dan Sektor Teknologi berada di zona merah dengan koreksi 0,04 persen. Meskipun demikian, secara keseluruhan, pembukaan pasar hari ini memberikan sinyal positif bagi prospek investasi di bursa saham Indonesia.
(Tangguh Yudha)


