Chapnews – Nasional – Sulawesi Selatan dilanda bencana banjir yang meluas, memaksa ratusan warga di Makassar mengungsi dan bahkan menyebabkan evakuasi darurat pasien di sebuah rumah sakit di Kabupaten Pinrang. Hujan deras tak henti-hentinya sejak Selasa (24/2) menjadi pemicu utama situasi darurat ini, memicu peringatan dini cuaca ekstrem dari otoritas terkait.
Di Kota Makassar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muhammad Fadli mengonfirmasi pada Rabu (25/2) bahwa 545 jiwa dari 169 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya terpaksa meninggalkan rumah mereka. "Kedua kecamatan ini memang menjadi langganan banjir setiap kali musim penghujan tiba di Makassar," terang Fadli, menyoroti kerentanan wilayah tersebut terhadap genangan air.

Untuk menampung para pengungsi, BPBD Makassar telah menyiapkan enam titik lokasi evakuasi. Tim di lapangan terus bergerak aktif melakukan pemantauan dan pendataan warga yang terdampak di dua kecamatan tersebut, memastikan bantuan dan kebutuhan dasar tersalurkan.
Tak hanya Makassar, Kabupaten Pinrang juga tak luput dari terjangan banjir. Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang, di mana sejumlah pasien harus dievakuasi secara darurat. Genangan air yang cukup tinggi menggenangi area rumah sakit dan beberapa ruas jalan vital seperti Jalan A. Pawelloi, akibat curah hujan ekstrem pada Selasa (24/2).
Rhommy Manule, yang melaporkan situasi ini kepada chapnews.id, memastikan bahwa evakuasi dilakukan dengan sigap oleh tenaga medis yang bertugas. "Saat ini, air telah surut di beberapa titik lokasi dan para pasien sudah berada di tempat yang aman," ujarnya, memberikan kabar baik mengenai kondisi terkini setelah genangan mulai surut.
Menanggapi kondisi cuaca ekstrem ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini. Plt Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengumumkan bahwa Sulawesi Selatan berpotensi dilanda hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan berlangsung dari 24 Februari hingga 1 Maret. Peringatan ini menggarisbawahi urgensi kewaspadaan bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut.



