Chapnews – Nasional – Sebuah insiden dramatis menyelimuti perjalanan Kereta Api (KA) Ciremai relasi Semarang Tawang-Bandung pada Rabu (1/4). Kereta tersebut terpaksa berhenti mendadak setelah terjebak longsoran tanah di petak Jalan Maswati-Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di KM 142+8/9. Laporan awal mengenai kejadian ini diterima oleh Pusdalopka Daop 2 Bandung dari kru KA Ciremai sekitar pukul 14.53 WIB, mengindikasikan terputusnya jalur vital tersebut.
Menyusul laporan tersebut, KAI Daop 2 Bandung segera mengaktifkan protokol tanggap darurat. Koordinasi intensif langsung dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang dan memulai penanganan di lokasi. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa prioritas utama dalam situasi darurat ini adalah keselamatan seluruh pelanggan.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan KA Ciremai akibat gangguan perjalanan ini," ungkap Kuswardojo. Ia menjelaskan bahwa penghentian sementara perjalanan kereta merupakan langkah pengamanan vital sembari menunggu proses penanganan material longsoran rampung. Insiden ini, menurutnya, dipicu oleh intensitas hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut serta kondisi geografis alam yang memang rentan, berada di luar kendali operasional KAI.
Tim Tanggap Darurat KAI Daop 2 Bandung telah diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. Mereka bergerak cepat menyiapkan berbagai langkah penanganan, mulai dari upaya evakuasi penumpang jika diperlukan hingga pembersihan material longsoran yang menutupi jalur rel. Petugas prasarana bersama tim ahli lainnya bahu-membahu di lapangan. Akibat insiden ini, petak Jalan Maswati-Sasaksaat dipastikan terhalang total dan tidak dapat dilalui oleh perjalanan kereta api untuk sementara waktu.
KAI Daop 2 Bandung terus menjalin koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan jalur. Pihak KAI juga berkomitmen untuk memberikan informasi terkini kepada para pelanggan melalui kanal-kanal resmi. Penumpang diimbau untuk tetap tenang, bersabar, dan selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi kelancaran penanganan. KAI Daop 2 Bandung menegaskan akan mengupayakan penanganan maksimal sebagai wujud komitmen pelayanan, agar perjalanan kereta api dapat segera kembali normal.


