Ads - After Header

Ahmad Dewatara

KEJUTAN PAGI! Semeru Erupsi 4 Kali, Kolom Abu 1.200 M!

Chapnews – Nasional – Gunung Semeru, puncak tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan empat kali erupsi pada Jumat pagi. Kolom abu letusan terpantau mencapai ketinggian fantastis hingga 1.200 meter di atas puncak kawah, memicu peningkatan kewaspadaan di wilayah sekitarnya.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut laporan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.32 WIB. Meskipun tidak teramati secara visual, aktivitas ini terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 155 detik.

Erupsi kedua menyusul pada pukul 04.02 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa kolom letusan kali ini teramati setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal terlihat bergerak ke arah barat.

Hanya berselang singkat, erupsi ketiga terjadi pada pukul 04.20 WIB. Ketinggian kolom letusan melonjak hingga sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 mdpl. Abu vulkanik terpantau dominan mengarah ke barat daya dan barat dengan intensitas tebal. Aktivitas ini terekam dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 169 detik.

Erupsi keempat menutup serangkaian kejadian pagi itu pada pukul 05.47 WIB, dengan tinggi kolom letusan yang sama, yakni sekitar 1.200 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu kembali teramati bergerak ke arah barat. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi 179 detik.

Sigit menegaskan bahwa status aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mematuhi sejumlah rekomendasi keselamatan demi menghindari potensi bahaya.

Warga dilarang keras melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, dengan jarak aman sejauh 13 kilometer dari puncak. Selain itu, di luar zona tersebut, masyarakat juga tidak diperkenankan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang berpotensi menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Radius 5 kilometer dari kawah atau puncak juga ditetapkan sebagai zona terlarang bagi aktivitas manusia, karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang mematikan.

Pihak pengamatan juga secara khusus mengimbau warga untuk selalu mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, serta aliran lahar dingin di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Wilayah yang memerlukan kewaspadaan ekstra meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk seluruh anak-anak sungainya. Informasi terkini mengenai aktivitas Semeru dapat diakses melalui chapnews.id.


Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer