Chapnews – Nasional – Pemandangan memilukan terhampar di kawasan Bukit Puntak, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat (17/4), ketika puing-puing helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX ditemukan berserakan. Lokasi tersebut menjadi saksi bisu insiden tragis yang menimpa pesawat udara tersebut, menyisakan kehancuran di tengah lebatnya belantara.
Tim yang berhasil mencapai lokasi kecelakaan melaporkan bahwa sisa-sisa helikopter tersebut tersebar luas, mengindikasikan dampak benturan yang sangat keras. Bagian-bagian badan pesawat, baling-baling, hingga komponen internal terlihat hancur berkeping-keping, menyisakan pemandangan kehancuran total di tengah lebatnya hutan tropis Kalimantan. Kondisi puing yang terfragmentasi parah ini menjadi petunjuk awal mengenai tingkat keparahan insiden tersebut.

Kawasan Bukit Puntak sendiri dikenal sebagai area yang cukup terpencil dan berbukit, menambah tantangan signifikan dalam proses evakuasi maupun investigasi. Medan yang sulit dijangkau ini memerlukan upaya ekstra dari tim penyelamat dan penyidik untuk mengumpulkan data dan bukti di lapangan.
Insiden jatuhnya helikopter Airbus H130 PK-CFX ini sontak menarik perhatian publik, terutama terkait penyebab pasti kecelakaan dan nasib para penumpang atau awak yang berada di dalam helikopter nahas tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang, termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan tim SAR gabungan, diperkirakan tengah bekerja keras untuk mencapai lokasi, mengamankan area, dan mengumpulkan data awal. Proses identifikasi korban serta penyelidikan mendalam mengenai faktor-faktor penyebab jatuhnya helikopter ini menjadi prioritas utama untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi di Sekadau ini.



