Ads - After Header

Latsarmil Maut! 3 Peserta Gugur, DPR Desak Perbaikan Segera!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Jakarta – Kabar duka menyelimuti program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Tiga peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pelatihan di fasilitas TNI. Menanggapi tragedi ini, Komisi I DPR RI mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latsarmil guna mencegah insiden serupa terulang.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan keprihatinan mendalam dan mendorong perbaikan signifikan. "Bilamana harus ada yang diperbaiki atau diubah, itu merupakan masukan yang harus diterima untuk menyempurnakan program tersebut," ujar Dave di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/6), seperti dikutip dari Antara. Ia menekankan bahwa program yang bertujuan untuk kepentingan bangsa dan masyarakat ini harus dapat berjalan dengan baik dan aman, seraya menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

Latsarmil Maut! 3 Peserta Gugur, DPR Desak Perbaikan Segera!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Meskipun asesmen kesehatan telah mendahului pelaksanaan SPPI, Dave menilai evaluasi komprehensif tetap esensial sebagai bahan perbaikan ke depan. "Pelatihan dasar ini, meskipun fundamental, harus dirancang khusus agar sesuai dengan kondisi fisik para peserta. Aspek ini mutlak menjadi bahan perbaikan ke depan," tegasnya, menyoroti pentingnya penyesuaian kurikulum dan metode pelatihan.

Tragedi ini mulai terkuak ketika Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Selasa (23/6) mengonfirmasi dua kematian peserta. Anisa Muyassaroh, yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, meninggal dunia akibat serangan panas (heat stroke). Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq, peserta dari Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin (15/6) dan sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti latsarmil. Kendati demikian, Kemhan berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pendidikan agar peserta dapat mengikuti pelatihan secara aman dan optimal.

Sehari kemudian, pada Rabu (24/6), Kemhan kembali mengonfirmasi kematian peserta ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang. Novia, peserta Program SPPI KNMP 2026 yang menjalani pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta, mengalami gangguan kesehatan saat latsarmil pada Senin (22/6). Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa, namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (23/6).

Rangkaian insiden mematikan ini menggarisbawahi urgensi peninjauan ulang standar keselamatan, prosedur medis darurat, dan kesesuaian program pelatihan dengan kondisi fisik peserta. DPR dan Kemhan diharapkan dapat bekerja sama secara intensif untuk memastikan latsarmil ke depan tidak lagi menelan korban jiwa, sekaligus menjaga kualitas dan tujuan mulia dari program SPPI itu sendiri.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer