Chapnews – Nasional – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, memberikan tanggapan atas rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang dikabarkan akan maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029. Kaesang disebut-sebut mengincar Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V, yang juga merupakan basis kuat Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Hasto menegaskan bahwa langkah politik elektoral adalah hal yang lumrah, namun ia menyoroti pentingnya ideologi sebagai landasan utama seorang politisi.
"Politisi itu dipimpin oleh ideologi, oleh gagasan-gagasan besar. Sehingga hal-hal yang sifatnya praktis-praktis, menjadi calon, anggota legislatif, itu kan proses yang normal," ujar Hasto saat ditemui di sekolah partai PDIP, Jakarta, pada Selasa (28/7). Pernyataan ini menggarisbawahi pandangan PDIP bahwa jabatan politik harus didasari oleh pemahaman ideologis yang kuat, bukan sekadar ambisi praktis.

Dapil Jawa Tengah V sendiri dikenal sebagai medan pertarungan politik yang sengit. Wilayah ini mencakup sejumlah daerah di eks-Keresidenan Surakarta, meliputi Kota Solo, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo. Pada Pileg 2024 lalu, dapil ini memperebutkan total delapan kursi dan menjadi saksi bisu dominasi Puan Maharani yang berhasil meraup 297.366 suara, menempatkannya sebagai peraih suara terbanyak ketiga secara nasional.
Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, telah mengonfirmasi niatnya untuk bertarung di dapil tersebut. Pengumuman ini disampaikan Kaesang saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Solo pada Sabtu (25/7). "Saya sebenarnya ke Solo tuh rencananya tadi hanya untuk Persis Solo, tapi memang ngepasi ada Rakordanya DPD Kota Solo, ya wis pisan ngumumke kalau bakal jadi caleg di sini," kelakar Kaesang, mengisyaratkan keseriusannya dalam kontestasi politik mendatang.
Dengan potensi masuknya Kaesang ke Dapil Jateng V, arena politik di wilayah tersebut diprediksi akan semakin memanas. Banyak pengamat menyebutnya sebagai "dapil neraka" atau "perang bintang" karena akan mempertemukan figur-figur politik dengan daya tarik massa yang kuat, termasuk antara Kaesang dan Puan Maharani. Pertarungan ini tidak hanya akan menarik perhatian lokal, tetapi juga nasional, mengingat latar belakang kedua tokoh yang merupakan bagian dari keluarga besar politik di Indonesia.


