Chapnews – Nasional – Manajemen Rumah Sakit (RS) Pusri Palembang telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan dr. Tamara Dewi Jasmine dari jabatannya sebagai dokter mitra. Keputusan ini menyusul kontroversi atas komentarnya yang dianggap tidak berempati terhadap pasien BPJS, Yurizal Tri Chaerawan, di media sosial. Insiden ini bermula ketika dr. Tamara menuliskan kalimat ‘banyakin duit halal’ sebagai respons atas keluhan Yurizal yang mengaku telah menunggu ruangan selama delapan jam di rumah sakit.
Keputusan pemutusan kerja sama ini diumumkan oleh Humas RS Pusri, Diah Dwi Anugrah, pada Jumat (7/8), setelah melalui proses pemanggilan dan investigasi internal. "Sebagai bagian dari mekanisme pembinaan dan penegakan tata kelola organisasi, manajemen telah melakukan pemanggilan kepada dokter yang bersangkutan. Setelah melalui proses tersebut, manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan dr. Tamara Dewi Jasmine sebagai dokter mitra RS Pusri," jelas Diah, seperti dikutip dari chapnews.id.

Diah menambahkan, langkah tegas ini merupakan wujud komitmen RS Pusri dalam menjaga profesionalisme dan menegakkan tata kelola yang baik. "Kami memastikan seluruh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di RS Pusri mematuhi standar etika dan aturan yang berlaku," tegasnya, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap kode etik profesi.
Manajemen RS Pusri juga menegaskan bahwa polemik yang terjadi tidak akan menggoyahkan komitmen mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Seluruh pasien, tanpa terkecuali, akan tetap menerima pelayanan yang profesional, aman, bermutu, dan berkeadilan, tanpa memandang latar belakang, status sosial, atau kondisi ekonomi. "Prinsip pelayanan yang setara adalah nilai inti yang terus kami junjung dalam setiap aspek pelayanan di RS Pusri," pungkas Diah.
Di sisi lain, dr. Tamara Dewi Jasmine sendiri telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas komentarnya yang menuai kecaman. Melalui sebuah video yang diunggah pada Kamis (6/8), ia menyatakan penyesalannya. "Pertama, kepada Tuhan saya memohon ampun atas dosa, salah, dan khilaf saya selama ini. Yang kedua, saya minta maaf kepada warga Threads atas tulisan saya yang telah menyinggung hati," ujarnya dengan nada menyesal.
Permohonan maaf tersebut juga ditujukan kepada masyarakat Indonesia secara luas, serta kepada keluarga, kerabat, rekan kerja, dan institusi yang turut terdampak oleh unggahannya. Ia menegaskan bahwa apa yang ia tulis murni berasal dari dirinya sendiri. "Hal ini menjadi pelajaran bagi saya dan insyaallah akan menjadi perbaikan untuk saya ke depannya," tutupnya dalam video tersebut, berharap insiden ini menjadi momentum untuk introspeksi dan perbaikan diri.


