Ads - After Header

Terungkap! 6 Provinsi Paling Rawan Karhutla di Indonesia!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Pemerintah Indonesia telah menetapkan enam provinsi sebagai wilayah paling rentan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djamari Chaniago dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (10/8), menandai dimulainya fase pengawasan ketat terhadap daerah-daerah tersebut.

Enam provinsi yang masuk dalam daftar prioritas kewaspadaan tinggi tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Djamari menegaskan bahwa keenam wilayah ini akan dipantau secara ekstra ketat, meskipun potensi karhutla juga diwaspadai di daerah lain di luar daftar tersebut.

Terungkap! 6 Provinsi Paling Rawan Karhutla di Indonesia!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tidak hanya fokus pada pencegahan, pemerintah juga berhasil mengendalikan sejumlah titik api karhutla yang sempat menyala di beberapa lokasi strategis. Djamari menyebutkan, kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, serta di Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, telah berhasil dituntaskan. Begitu pula dengan insiden kebakaran di sekitar Gunung Rinjani yang juga telah berhasil dikuasai.

Data terkini yang dihimpun pemerintah menunjukkan bahwa hingga saat ini, lebih dari 107 ribu hektare lahan di Indonesia telah hangus terbakar. Menanggapi situasi ini, berbagai upaya penanggulangan telah dikerahkan secara masif, baik melalui operasi udara maupun operasi darat.

Untuk operasi udara, pemerintah telah mengerahkan sekitar 43 unit helikopter yang siap siaga. Selain itu, 10 hingga 15 pesawat fixed-wing juga disiapkan untuk dikerahkan sesuai kebutuhan mendesak. Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Darat juga telah disiapkan dengan kekuatan personel yang sangat besar untuk mendukung penanganan di lapangan.

Djamari menjelaskan bahwa operasi udara, khususnya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan, merupakan langkah yang paling efektif dalam memadamkan karhutla. Namun, efektivitas OMC sangat bergantung pada keberadaan awan hujan yang memadai. "Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan," pungkas Djamari, menyoroti tantangan utama dalam upaya mitigasi karhutla di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer