Ads - After Header

Eks Raka Jatim Buka-bukaan: Panik, Bukan Paksa Aborsi!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Tio Ferdian Rahmana, eks Duta Wisata Jawa Timur yang juga Wakil I Raka Raki 2026, akhirnya buka suara terkait tudingan pemaksaan aborsi terhadap kekasihnya. Melalui akun media sosial pribadinya, @tiofrhnm, Tio mengakui adanya komunikasi via WhatsApp yang dinilainya keliru karena dipicu kepanikan dan informasi yang tidak akurat pada saat itu.

"Saya memohon maaf atas komunikasi WhatsApp yang kurang tepat. Saat itu saya dalam kondisi panik," tulis Tio, Kamis (13/8), dalam pernyataan yang telah diizinkan untuk dikutip oleh chapnews.id.

Eks Raka Jatim Buka-bukaan: Panik, Bukan Paksa Aborsi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Tio menegaskan adanya disparitas antara informasi yang beredar luas di platform daring dengan fakta yang ia alami sendiri. Klarifikasi ini, menurutnya, disampaikan untuk memberikan sudut pandangnya tanpa bermaksud menyalahkan pihak lain.

Ia mengklaim telah mengetahui persoalan ini sebelum menjadi sorotan publik dan sempat menawarkan pernikahan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Namun, tawaran tersebut disebut tidak disetujui oleh pihak terkait. Pria yang juga Juara 1 Cak dan Ning Surabaya 2023 ini menyatakan memiliki sejumlah bukti valid yang siap diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjelaskan kronologi sebenarnya.

Kontroversi ini bermula dari dugaan bahwa Tio Ferdian Rahmana, yang juga dikenal sebagai Cak & Ning Surabaya 2023, memaksa kekasihnya untuk menggugurkan kandungan yang berusia 12 minggu, bahkan menyarankan aborsi dilakukan di Singapura. Tuduhan ini mencuat setelah tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Tio dengan perempuan yang mengaku sebagai pacarnya viral di media sosial Instagram dan Threads.

Sebagai respons atas polemik ini, Pemerintah Kota Surabaya secara resmi memberhentikan Tio dari posisinya sebagai tenaga non-ASN di Staf Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan per Senin, 10 Agustus. Disusul kemudian oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur yang mencopot gelar Duta Wisata atau Wakil I Raka Jawa Timur 2026 dari Tio pada Selasa, 11 Agustus.

Di sisi lain, pihak kepolisian melalui Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, mengonfirmasi telah memantau kasus ini. Namun, hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk dari pihak korban. Melatisari pun mengimbau korban untuk segera membuat laporan guna mempermudah proses penyelidikan.

Tio, yang aktif dalam kegiatan promosi pelestarian sejarah dan budaya di Kota Surabaya periode 2023-2026 serta pernah menjabat Duta Fisipol Unesa pada 2022, berharap polemik yang berkembang tidak menjadi dasar penilaian terhadap karakter pribadi maupun keluarganya. Ia menutup pernyataannya dengan permohonan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya dari satu sisi cerita. "Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," pungkasnya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer