Chapnews – Ekonomi – BANDA ACEH – Di tengah geliat ekonomi lokal, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan komitmen kuatnya dalam memberdayakan perempuan pengusaha ultra mikro di Aceh. Sinergi ini tidak hanya fokus pada penyaluran modal, melainkan juga membekali para pelaku usaha dengan pengetahuan esensial agar dapat "naik kelas" dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Bagi para pengusaha ultra mikro, keberlanjutan dan pertumbuhan usaha seringkali terhambat bukan karena minimnya modal semata. Kemampuan mengelola keuangan, mengidentifikasi dan mitigasi risiko, memahami aspek legalitas usaha, hingga kejelian membaca peluang pasar, adalah fondasi krusial yang kerap terabaikan. Inilah celah yang coba diisi oleh PNM dan OJK melalui pendekatan komprehensif.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan pentingnya pendekatan holistik ini. "Pembiayaan harus berjalan beriringan dengan literasi keuangan yang tepat. Termasuk literasi keuangan syariah yang sangat relevan dengan konteks Aceh," ujarnya. Pendekatan ini memastikan nasabah tidak hanya menerima suntikan dana, tetapi juga bekal pengetahuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Dampak dari sinergi ini telah terasa luas. Data terbaru menunjukkan, hingga saat ini, sebanyak 268.231 nasabah PNM Mekaar di Aceh telah merasakan manfaat dari program pembiayaan dan pendampingan. Mereka tersebar dalam 19.628 kelompok dan didukung oleh 1.300 pendamping Mekaar yang beroperasi di 77 unit di seluruh provinsi Aceh.
Lebih dari sekadar pendampingan, program ini juga secara aktif mendorong nasabah untuk memasuki ekosistem usaha formal. Tercatat, lebih dari 56.714 nasabah telah berhasil mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), sementara sejumlah lainnya telah mengantongi sertifikat halal, membuka pintu akses ke pasar yang lebih luas dan terpercaya. Komitmen PNM juga meluas ke ranah pendidikan, dengan memberikan beasiswa kepada 104 anak nasabah, sebagai upaya mendukung kemajuan keluarga secara menyeluruh.
Melalui inisiatif ini, PNM dan OJK tidak hanya membangun kapasitas bisnis, tetapi juga membentuk ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM perempuan Aceh agar lebih mandiri, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan pasar modern. Ikuti terus perkembangan berita ekonomi terkini di chapnews.id.


