Ads - After Header

KRI TNI AL Ungkap Kondisi Mencekam Anak Krakatau!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali memanas, mendorong TNI Angkatan Laut mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk pemantauan langsung. Gunung berstatus Siaga (Level III) ini terus menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi sejak akhir pekan lalu, bahkan merusak kamera pemantau terdekat dan menimbulkan potensi bahaya navigasi serius di Selat Sunda.

Kapal perang KRI Lepu 861 ditugaskan untuk memantau langsung kondisi GAK dari titik terdekat yang memungkinkan. Danlanal Lampung melaporkan, semburan abu vulkanik serta hujan debu berpotensi besar menjadi ancaman navigasi bagi kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau. "Dampak bahaya sangat dipengaruhi oleh arah angin," terang Danlanal Lampung, seperti dikutip dari laporan pantauan KRI Lepu 861 yang awalnya akan menuju Lampung dalam rangka operasi di bawah Guspurla Koarmada I.

KRI TNI AL Ungkap Kondisi Mencekam Anak Krakatau!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dari pengamatan KRI Lepu 861 pada Senin (7/9), kondisi visual gunung masih tertutup kabut tebal. Meskipun demikian, pada jarak 6 Nautical Mile (Nm), sebaran abu vulkanik masih terpantau di udara. Jarak pandang di sekitaran GAK diperkirakan kurang lebih 3 Nm, dengan tinggi gelombang mencapai 0,5 hingga 1 meter. Erupsi Gunung Anak Krakatau juga masih terlihat secara visual dari kapal patroli cepat TNI AL tersebut. Setelah melakukan pemantauan intensif, KRI Lepu 861 melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Panjang Lampung.

Peningkatan aktivitas GAK juga ditandai dengan serangkaian erupsi yang terjadi pada Selasa (8/9/2026). Berdasarkan laman Informasi Letusan pada situs resmi pantauan gunung api se-Indonesia, Magma Kementerian ESDM, GAK mengalami tiga kali erupsi sejak dini hari hingga pagi. Erupsi pertama tercatat pada pukul 05.08 WIB dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik. Disusul erupsi kedua pada pukul 05.34 WIB dengan amplitudo 44 mm dan durasi 10 detik, serta erupsi ketiga pada pukul 07.49 WIB dengan amplitudo 48 mm dan durasi 19 detik. Visual letusan tidak teramati pada ketiga kejadian ini.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan bahwa erupsi menerus Gunung Anak Krakatau sempat berhenti pada Minggu, 6 September 2026, pukul 00.04 WIB. Namun, potensi letusan susulan masih tergolong tinggi.

Kepala PVMBG Kementerian ESDM, Siti Sumilah Rita Susilawati, menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga, meskipun erupsi menerus sempat terhenti. Pertukaran informasi dan koordinasi terus dilaksanakan secara intensif bersama BPBD Provinsi Lampung, Basarnas Lampung, maupun instansi terkait lainnya. Lanal Lampung juga aktif dalam grup WhatsApp aksi tanggap darurat pemerintah dan instansi Provinsi Lampung di bawah koordinasi BPBD, memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya yang terus mengintai dari Selat Sunda. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer