Ads - After Header

Kadin: Indonesia Duduk di Atas Tambang Devisa Pariwisata!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Indonesia, dengan kekayaan alam dan warisan budayanya yang tak tertandingi di kancah global, sesungguhnya memiliki modal luar biasa untuk menjadi kekuatan pariwisata dunia. Namun, potensi melimpah ini belum sepenuhnya terkonversi menjadi sumber devisa negara, penarik investasi, kunjungan wisatawan yang masif, maupun penciptaan lapangan kerja yang signifikan. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia secara tegas menyoroti urgensi untuk mengoptimalkan potensi destinasi wisata agar benar-benar menjadi mesin pendorong ekonomi.

Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Kadin Indonesia Bidang Luar Negeri, James Riady, menekankan bahwa fondasi pembangunan pariwisata harus berpusat pada penguatan ekosistem yang terintegrasi. Ini berarti membangun konektivitas yang solid antara destinasi wisata dengan infrastruktur transportasi yang memadai, akomodasi berkualitas, strategi promosi yang efektif, layanan prima, serta pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.

Kadin: Indonesia Duduk di Atas Tambang Devisa Pariwisata!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pernyataan krusial ini disampaikan James Riady dalam pembukaan acara Kadin Monthly Diplomatic Economic Breakfast, sebuah forum bergengsi yang diselenggarakan di Ruang Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, pada Jumat (11/9/2026). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, puluhan duta besar dari berbagai negara, kepala daerah, jajaran Kadin, perwakilan kamar dagang asing, investor, pengusaha, serta praktisi terkemuka di industri pariwisata.

Forum tersebut mencatat partisipasi diplomatik yang luar biasa, dengan kehadiran perwakilan dari 67 negara, terdiri atas 39 duta besar dan 28 anggota korps diplomatik lainnya. Menurut James Riady, angka ini merupakan rekor partisipasi diplomatik terbesar sepanjang sejarah Kadin menyelenggarakan forum sarapan ekonomi bulanan, mengindikasikan tingginya minat internasional terhadap potensi Indonesia.

"Indonesia sejatinya tidak memiliki kendala dalam hal aset pariwisata. Tantangan utama yang kita hadapi adalah persoalan konversi," ujar James Riady. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa persoalan bukan pada ketiadaan keindahan alam yang memukau, melainkan pada bagaimana mengubah pesona alam tersebut menjadi destinasi yang mudah diakses, bagaimana aksesibilitas itu bertransformasi menjadi pengalaman wisata yang berkesan, bagaimana pengalaman tersebut mendorong wisatawan untuk berbelanja, dan pada akhirnya, bagaimana belanja wisatawan itu berujung pada investasi yang berkelanjutan serta penciptaan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer