Chapnews – Nasional – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa ajang penghargaan bagi pemerintah daerah (Pemda) bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pengingat krusial untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui apresiasi ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menyalurkan insentif berupa bantuan pemerintah yang secara spesifik dialokasikan untuk memperkuat kapasitas Pemda dalam penanganan bencana di wilayahnya. Hal ini disampaikan Mendagri dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara di Jakarta, Kamis (17/9).
Tito menjelaskan bahwa bantuan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan akan langsung ditransfer ke rekening kas daerah masing-masing. Dana ini, lanjutnya, dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama bagi daerah-daerah yang rawan bencana. Sebagai contoh, banyak daerah di Flores yang menerima penghargaan dan kini memiliki tambahan anggaran untuk mitigasi serta penanganan bencana.

Insentif ini, menurut Tito, merupakan pelengkap dari tambahan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sebelumnya telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto, khususnya untuk penanganan bencana alam. Ia mengungkapkan, alokasi BTT tersebut meningkat dua kali lipat dari usulan awal Kemendagri, mencapai total Rp200 miliar yang didistribusikan kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan delapan kabupaten di Pulau Flores.
Dengan nada humor, Tito sempat menyindir Gubernur NTT, Melki, "Jadi Pak Melki kayaknya dompetnya tebel juga sekarang ini, untuk bantu bencana." Selain bencana alam, Mendagri juga memastikan bahwa usulan BTT untuk daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah disetujui Presiden. Dana sebesar Rp760 miliar telah ditransfer, dibagi untuk empat provinsi di Kalimantan dan tiga provinsi di Sumatera, guna memperkuat upaya penanganan Karhutla. "Kami juga telah melaporkan hal ini kepada Bapak Jumhur [Menteri Lingkungan Hidup], bahwa daerah kini diperkuat dari sisi biaya dan anggaran untuk penanganan ini," imbuhnya.
Tito berharap, bagi pemerintah daerah yang belum berkesempatan meraih penghargaan, dapat semakin termotivasi untuk berprestasi di kesempatan berikutnya. Pada putaran apresiasi kali ini, terdapat empat kategori utama yang dinilai: akses dan kualitas layanan kesehatan, akses penduduk terhadap layanan pendidikan, program tiga juta rumah, serta pengelolaan sampah dan Indonesia ASRI.
Program Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi ini sendiri terbagi dalam enam regional, mencakup Sumatera, Kalimantan, Jawa-Bali, Sulawesi, Maluku-Nusa Tenggara, dan Papua. Tito menekankan kembali, "Bagi rekan-rekan yang belum beruntung, ya semoga bisa terpancing lah dengan adanya award ini. Karena award ini enggak hanya ngasih piala, tapi juga memberikan insentif fiskal."


