Chapnews – Nasional – Pemerintah Kota (Pemkot) Medan telah meluncurkan inisiatif penting bernama Program Tebus Ijazah. Program ini dirancang untuk membebaskan ijazah siswa lulusan jenjang SD dan SMP/MTs yang selama ini tertahan karena masalah biaya. Digagas oleh Wali Kota Medan, Rico Waas, dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, program ini menargetkan 1.000 penerima manfaat hingga tahun 2026. Saat ini, menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, sebanyak 278 siswa dari keluarga kurang mampu telah merasakan manfaatnya, dengan proses verifikasi yang masih terus berjalan hingga akhir tahun.
Wali Kota Medan, Rico Waas, menjelaskan bahwa program ini secara spesifik menyasar para siswa yang telah menuntaskan pendidikan mereka. Namun, hak mereka untuk mendapatkan dokumen kelulusan terhambat oleh kewajiban administrasi yang belum terpenuhi di pihak sekolah. "Program Tebus Ijazah ini hadir untuk membantu peserta didik dan alumni SD serta SMP/MTs yang ijazahnya masih tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya pendidikan, yang tidak mampu dilunasi karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas," terang Rico Waas dalam keterangan tertulis yang diterima chapnews.id baru-baru ini.

Mekanisme penyaluran bantuan keuangan ini didasarkan pada bukti tunggakan resmi yang diajukan oleh masing-masing sekolah. Bantuan tersebut mencakup berbagai jenis tunggakan, mulai dari Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) hingga biaya-biaya penunjang pendidikan lainnya. Pemkot Medan telah menetapkan plafon bantuan maksimal sebesar Rp2,5 juta per siswa. Dana ini akan disalurkan langsung kepada pihak sekolah sesuai dengan total tunggakan yang tertera dalam catatan administrasi mereka.
Dengan intervensi anggaran ini, Pemkot Medan berupaya menuntaskan seluruh kewajiban finansial para alumni yang terdata. Tujuannya jelas, agar dokumen ijazah yang merupakan hak fundamental setiap siswa dapat segera mereka miliki. Pentingnya ijazah tidak dapat dipungkiri; dokumen ini menjadi kunci utama bagi lulusan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, serta merupakan prasyarat vital untuk berbagai keperluan administratif lainnya pasca kelulusan. Dengan demikian, masa depan pendidikan dan karir mereka dapat terbuka lebar.

