Ads - After Header

Misi Penyelamatan Satwa di Tengah Karhutla

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia telah memicu kekhawatiran mendalam, tidak hanya bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya, tetapi juga bagi kelestarian fauna endemik tanah air. Di tengah kobaran api yang masih melanda enam provinsi, upaya penyelamatan satwa liar menjadi salah satu fokus utama yang dilakukan oleh pemerintah.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan telah berhasil menyelamatkan sebanyak 232 individu satwa liar dari kepungan api. Penyelamatan ini dilakukan di enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla. Dalam operasi yang melibatkan kerja sama dengan relawan serta organisasi masyarakat sipil (CSO) tersebut, spesies yang paling banyak diselamatkan adalah orang utan.

Misi Penyelamatan Satwa di Tengah Karhutla
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepala Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengungkapkan bahwa dari total satwa yang berhasil dievakuasi, sebanyak 71 ekor di antaranya adalah orang utan. Selain primata ikonik tersebut, tim di lapangan juga berhasil menyelamatkan 76 ekor bekantan, 24 ekor trenggiling, serta 15 ekor kera ekor panjang.

Tak hanya itu, upaya evakuasi juga mencakup 9 ekor kukang, serta berbagai jenis satwa lainnya seperti lutung dan kucing yang berjumlah 37 ekor. Ristianto menegaskan bahwa perlindungan satwa liar merupakan komitmen serius Kemenhut, di mana fokus mereka tidak hanya terbatas pada keselamatan manusia, tetapi juga menjaga ekosistem agar tetap terjaga.

Untuk mendukung operasi ini, pemerintah telah menyiagakan sekitar 5.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 1.419 personel pasukan Manggala Agni yang aktif di lapangan. Salah satu titik yang mendapat perhatian khusus adalah Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah. Di wilayah tersebut, Kemenhut telah menerjunkan 117 personel, ditambah bantuan dari berbagai unsur seperti TNI, Polri, BPBD, hingga mitra taman nasional lainnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa masih terdapat sekitar 639,23 hektare lahan yang terbakar dan tengah dalam proses pemadaman. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menjadi dua provinsi yang saat ini menjadi fokus utama penanganan. Bahkan, ditemukan titik api baru seluas 513,89 hektare di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Menanggapi situasi darurat ini, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajarannya untuk mengerahkan segala daya dan upaya guna memadamkan api secepat mungkin. Presiden menekankan bahwa penanganan karhutla adalah prioritas utama pemerintah dan meminta seluruh instansi terkait untuk segera menyampaikan kebutuhan logistik maupun personel demi kelancaran operasi.

Di sisi lain, muncul desakan dari berbagai tokoh bangsa melalui Gerakan Nurani Bangsa (GNB) agar pemerintah segera menetapkan status bencana nasional untuk karhutla ini. Langkah tersebut dinilai penting agar hak-hak dasar warga yang terdampak dapat segera terpenuhi dan upaya penanggulangan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan serius. Melansir informasi dari chapnews.id, situasi ini terus dipantau ketat oleh pemerintah pusat guna mencegah dampak kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer