Chapnews – Ekonomi – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengisyaratkan adanya potensi penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Agustus 2026. Sinyal positif ini muncul seiring dengan tren pelemahan harga minyak mentah di pasar global yang terus berlanjut.
Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah tengah melakukan perhitungan mendalam terkait dampak pergerakan harga minyak dunia tersebut. Ia juga berencana segera menggelar rapat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) serta berbagai badan usaha penyedia BBM lainnya untuk membahas kemungkinan penyesuaian harga.

"Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," tegas Bahlil, sebagaimana dikutip oleh chapnews.id. Pernyataan ini memberikan harapan bagi masyarakat akan adanya keringanan biaya transportasi dalam waktu dekat.
Meskipun demikian, Bahlil menekankan bahwa pemerintah akan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan. Fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dan harga minyak dunia masih menjadi faktor penentu yang perlu dicermati secara saksama.
Ia menambahkan, kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi harus mempertimbangkan keseimbangan yang adil antara kepentingan konsumen untuk mendapatkan harga yang terjangkau dan keberlangsungan operasional pelaku industri migas di tanah air. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan investasi di sektor energi.


