Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Situasi penerbangan di Indonesia kembali diwarnai ketidakpastian setelah Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan perpanjangan penutupan enam bandara hingga empat jam ke depan. Keputusan krusial ini diambil menyusul deteksi berkelanjutan debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih mengancam keselamatan penerbangan. (Foto: Dudy Purwagandhi, via chapnews.id)
Dalam konferensi pers virtual yang digelar Minggu ini, Dudy menjelaskan bahwa hasil pemantauan terkini melalui metode paper test secara konsisten menunjukkan indikasi positif keberadaan partikel debu vulkanik di area bandara. "Per waktu sekarang ini kami kemungkinan akan masih melakukan penutupan sampai 4 jam ke depan," tegas Dudy, menggarisbawahi prioritas keselamatan. Enam fasilitas udara yang terdampak dan masih ditutup meliputi Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Budiarto Curug (Tangerang), Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan), dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung).

Penutupan ini, menurut Dudy, merupakan langkah preventif yang tidak dapat ditawar demi menghindari potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh debu vulkanik terhadap mesin pesawat dan jarak pandang pilot. Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan debu vulkanik sebelum mengambil keputusan final mengenai pembukaan kembali operasional penerbangan demi menjamin keamanan dan keselamatan seluruh pihak.
Untuk memitigasi dampak lebih lanjut terhadap jadwal penerbangan dan kenyamanan penumpang, Kementerian Perhubungan juga telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif. Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Bandara Internasional Ahmad Yani di Semarang, serta Bandara Internasional Juanda di Surabaya disiagakan sebagai opsi pendaratan bagi maskapai yang memerlukan pengalihan rute. Langkah antisipatif ini diharapkan dapat meminimalkan gangguan meskipun penutupan bandara utama masih berlanjut.

