Chapnews – Ekonomi – Gempuran alat berat asal China di pasar domestik menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku usaha dalam negeri. PT United Tractors Tbk (UNTR), salah satu pemain besar di sektor ini, mengakui adanya ancaman serius dari produk-produk Negeri Tirai Bambu tersebut. Direktur UNTR, Loudy Irwanto Ellias, dalam konferensi pers di Menara Astra Minggu (27/4/2025) menyatakan bahwa persaingan semakin ketat.
Namun, Loudy menegaskan bahwa UNTR tidak tinggal diam. Ia menjelaskan bahwa perusahaan merespon tantangan ini dengan strategi peningkatan kualitas layanan dan produk. "Kami juga terus meningkatkan nilai tambah yang bisa kami berikan kepada konsumen," ujarnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan digitalisasi pemasaran dan mengutamakan dukungan purna jual (product support) yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

Kehadiran alat berat China yang semakin agresif memang menjadi sorotan. Namun, Loudy juga menyinggung peningkatan kualitas produk kompetitor lain, seperti alat berat Jepang dari Komatsu. Hal ini mengindikasikan persaingan yang semakin dinamis dan menuntut adaptasi cepat dari para pelaku usaha. UNTR, menurut Loudy, terus berbenah untuk mempertahankan daya saingnya dan menangkal gempuran produk-produk China. Perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan nilai lebih bagi pelanggan di tengah persaingan yang semakin ketat ini.



