Chapnews – Nasional – Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, dalam khotbah Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Jumat (6/5), menyampaikan pesan menohok. Ia mengungkapkan bahwa runtuhnya dinasti-dinasti besar sepanjang sejarah bukanlah karena serangan musuh, melainkan karena ketimpangan internal yang tak teratasi. Anies mengutip pemikiran cendekiawan muslim ternama, Ibnu Khaldun, yang dikenal dengan analisisnya yang kritis terhadap perjalanan sejarah dan masyarakat.
Anies menjelaskan, Ibnu Khaldun telah mengamati bagaimana ketidakadilan dan ketimpangan internal menjadi faktor utama penyebab keruntuhan peradaban. Menurutnya, kesimpulan Ibnu Khaldun ini sangat relevan hingga saat ini. Anies bahkan menyebut Ibnu Khaldun sebagai bapak ilmu sosiologi dan sejarah, mengangkat kontribusi besarnya dalam mengembangkan metode analisis lintas waktu dan pemikiran kritis untuk memahami fenomena sosial dan sejarah. Kepakaran Ibnu Khaldun, kata Anies, terus diakui dunia hingga sekarang.

Selain Anies, salat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar juga dihadiri oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, yang tampak berdiri satu saf dengan Anies. Keduanya tampak khusyuk menjalankan ibadah. Khotbah Anies ini pun menarik perhatian publik, mengingat pesan yang disampaikannya sangat relevan dengan kondisi sosial politik terkini.


