Ads - After Header

ASN WFH Cuma Sehari, Tapi Sektor Ini Tetap Full WFO!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditetapkan pemerintah hanya berlaku satu hari dalam seminggu, yakni setiap hari Jumat. Namun, di tengah upaya mitigasi risiko dan antisipasi dinamika global, sejumlah sektor krusial dipastikan tetap beroperasi penuh dari kantor atau lapangan. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Selasa (31/3).

Airlangga menjelaskan bahwa pengecualian ini berlaku untuk sektor-sektor yang memiliki peran vital dalam pelayanan publik dan stabilitas strategis negara. "Terdapat sektor-sektor yang dikecualikan dari WFH dan tetap bekerja dari kantor atau lapangan," ujar Airlangga. Sektor-sektor yang dimaksud meliputi layanan publik esensial seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan.

ASN WFH Cuma Sehari, Tapi Sektor Ini Tetap Full WFO!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, sektor strategis juga masuk dalam daftar pengecualian. Ini mencakup industri atau produksi, energi, air, penyediaan bahan pokok (makanan dan minuman), perdagangan, transportasi, logistik, serta sektor keuangan. Seluruh bidang ini dianggap krusial sehingga harus tetap menjalankan operasionalnya secara normal dari kantor atau lokasi kerja.

Penerapan WFH satu hari seminggu, khususnya setiap Jumat, merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan efisiensi energi di tengah gejolak global. Aturan detail mengenai implementasi WFH bagi ASN, baik di pusat maupun daerah, akan diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Selain kebijakan WFH, pemerintah juga mengambil langkah-langkah efisiensi mobilitas lainnya. Pembatasan penggunaan mobil dinas diterapkan hingga 50 persen, kecuali untuk operasional esensial dan kendaraan listrik. ASN juga didorong untuk lebih aktif menggunakan transportasi publik. Tak hanya itu, perjalanan dinas dalam negeri dibatasi hingga 50 persen, dan perjalanan dinas ke luar negeri bahkan dipangkas hingga 70 persen, menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap penghematan energi dan efisiensi anggaran negara.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer