Chapnews.id – Masa remaja merupakan fase krusial di mana seorang individu mulai membentuk jati diri dan menentukan arah masa depannya. Menyadari pentingnya pembekalan mental bagi generasi muda, Polres Metro Bekasi Kota menggelar sebuah pertemuan inspiratif yang mempertemukan ratusan pemimpin muda dengan tokoh militer.
Sebanyak 242 ketua OSIS dari berbagai SMA dan SMK di seluruh Kota Bekasi hadir dalam acara bertajuk "Pelajar Bertanya Polisi Menjawab" yang digelar pada Selasa (22/9/2026). Bertempat di Mapolres Metro Bekasi Kota, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang dialog interaktif yang hangat antara aparat penegak hukum dan para calon pemimpin bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0507/Bekasi, Kolonel Inf Supri Siswanto, hadir memberikan motivasi mendalam kepada para pelajar. Fokus utama pembahasan dalam dialog ini meliputi cara mengenali potensi diri, strategi menghadapi kegagalan, menjaga konsistensi semangat belajar, hingga cara mengambil keputusan yang tepat di tengah kompleksitas tantangan masa remaja.
Kolonel Supri menekankan bahwa kunci kesuksesan tidak selalu terletak pada pencapaian-pencapaian besar yang instan. Menurutnya, ketangguhan mental justru terbentuk dari kemampuan seseorang untuk bangkit setelah terjatuh. Ia mengingatkan para siswa bahwa proses perbaikan diri secara konsisten jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar hasil akhir.
"Masa depan seseorang dibentuk oleh rangkaian pilihan-pilihan baik yang dilakukan secara konsisten. Jangan pernah merasa takut menghadapi kegagalan, karena dari titik itulah kita belajar mengenali kemampuan diri, memperbaiki kekurangan, dan tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih kuat," ujar Supri di hadapan ratusan pelajar tersebut.
Di sisi lain, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk lebih dekat dengan dunia pendidikan. Dengan berdialog langsung, pihak kepolisian dapat memahami pola pikir serta persoalan nyata yang sering dihadapi oleh para pelajar di lapangan.
Putu Kholis berharap melalui forum ini, tidak ada lagi kesalahpahaman informasi yang dapat menjerumuskan pelajar ke dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia mendorong para pelajar untuk selalu terbuka dalam berkomunikasi jika menghadapi situasi yang membingungkan atau berisiko tinggi.
"Kami ingin para pelajar merasa aman untuk berbicara dan tidak merasa harus menghadapi persoalan berat seorang diri. Jika menemukan situasi yang berisiko, segera sampaikan kepada orang tua, guru, atau pihak kepolisian. Mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah berani untuk melindungi diri dan masa depan kalian," pungkas Putu Kholis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para ketua OSIS dapat membawa pulang semangat baru dan menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, sekaligus menjadi jembatan informasi yang positif bagi rekan-rekan sejawat mereka.


