Chapnews – Nasional – Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) mengecam keras penangkapan sejumlah demonstran aksi damai pengemudi truk di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/7). Aksi yang menuntut keadilan atas kebijakan Zero Over Dimension Overload (ODOL) ini berujung pada penahanan paksa Presiden DPP K-Sarbumusi, Ketua RBPI, perwakilan ASLI, dan beberapa peserta aksi lainnya.
Direktur LBH DPP K-Sarbumusi, Muhtar Said, dalam keterangan persnya menyatakan penangkapan tersebut sebagai bentuk penodaan dan represi terhadap aksi damai. Ia menegaskan aksi serupa telah dilakukan di berbagai daerah tanpa insiden, namun demonstrasi di Jakarta justru dibalas dengan penahanan.

Muhtar menuding Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, sebagai pihak yang memprovokasi massa hingga berujung pada tindakan represif. Pernyataan Kapolres dinilai justru memanaskan situasi dan memicu kericuhan, sementara para demonstran datang dengan tangan kosong dan aspirasi yang sah.
"Aksi ini bertujuan untuk mereformasi sistem logistik nasional, bukan sekadar soal tertib lalu lintas," tegas Muhtar. Ia menekankan permasalahan ODOL bukan hanya tanggung jawab sopir, melainkan juga ketidakmampuan negara dalam membenahi tata kelola sektor logistik.
Ancaman serius dilontarkan Muhtar. Jika Irham Ali (Presiden DPP K-Sarbumusi), Ika Rostiana (ketua umum RBPI), Slamet SB (Asosiasi Sopir Logistik Indonesia), Farid Hidayat (Asosiasi Sopir Logistik Indonesia), dan Andri (Perkumpulan Sopir Truk Indonesia) tidak dibebaskan dalam waktu satu jam, K-Sarbumusi akan menggelar aksi mogok nasional secara serentak! Ancaman ini berpotensi melumpuhkan distribusi barang dan jasa di seluruh Indonesia. chapnews.id akan terus memantau perkembangan situasi ini.


