Ads - After Header

Banjir Pejaten: Nenek Anna Hanya Selamatkan Piring!

Ahmad Dewatara

Banjir Pejaten: Nenek Anna Hanya Selamatkan Piring!

Chapnews – Nasional – Jakarta – Bencana banjir setinggi hingga 3 meter melanda kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan, meninggalkan kisah pilu bagi warga lanjut usia. Salah satunya adalah Anna (55), yang terpaksa merelakan seluruh perabot rumah tangganya hanyut, hanya mampu menyelamatkan beberapa piring dan bantal demi keselamatan keluarga, terutama cucu bayinya yang baru berusia dua minggu.

Ditemui wartawan chapnews.id di Pejaten Timur pada Jumat (30/1), Anna menceritakan bagaimana rumahnya di RT 05/RW 08, Jalan Jembatan Gantung, kini "kosong melompong" setelah sapuan air bah. "Yang bisa diselamatkan paling piring satu, kompor satu, dan bantal, karpet," ujarnya lirih. Baginya, harta benda tak sebanding dengan nyawa. "Nyelamatin diri aja. Pokoknya dirinya sendiri sama anak-anak, udah pada keluar, udah," tegasnya, menyoroti prioritas utama pada keselamatan jiwa, terutama sang cucu. Kini, ia dan keluarganya mengungsi sementara di teras sebuah ruko.

Banjir Pejaten: Nenek Anna Hanya Selamatkan Piring!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Anna mengakui bahwa wilayah tempat tinggalnya memang sudah menjadi langganan banjir. Ia bahkan sempat menyinggung upaya pengerukan kali yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), namun dinilainya tidak efektif karena hanya dilakukan sekali. "Dikeruk kalinya zaman Ahok, enggak ngaruh dikeruk sekali, jadi tetap banjir," keluhnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi ketinggian banjir di lokasi tersebut. PIC Kelurahan Pejaten Timur BPBD DKI Jakarta, Taufik, melaporkan bahwa banjir di RT 05/RW 08 Jalan Jembatan Gantung mencapai 2,6 meter pada Jumat pagi. Bahkan, pada pukul 05.00 WIB, air sempat menyentuh angka 3,2 meter. Kenaikan muka air sendiri sudah mulai terdeteksi sejak Kamis malam pukul 20.00 WIB dengan ketinggian awal sekitar 40 sentimeter, dan terus meningkat hingga puncaknya pada Jumat pagi.

Taufik menjelaskan, banjir yang melanda Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, disebabkan oleh peningkatan debit air Sungai Ciliwung. Status Siaga 3 di Bendung Katulampa dan Pos Pantau Depok, ditambah limpasan air Kali Ciliwung, menjadi pemicu utama. Empat rukun warga (RW) terdampak, yakni RW 5, RW 6, RW 7, dan RW 8. Titik tertinggi genangan mencapai 320 sentimeter di Jalan Masjid Al-Makmuriyah, tepatnya di RT 17/RW 07, RT 16/RW 07, dan RT 5/RW 08.

Saat air mulai naik, petugas BPBD telah mengimbau warga untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. "Untuk pengungsi, Alhamdulillah, warga mengungsi ke tempat saudara yang lebih aman," ujar Taufik. BPBD juga telah memasang tali sebagai jalur evakuasi dan memastikan tidak ada hambatan berarti dalam proses penyelamatan. Terkait penggunaan pompa, Taufik menyatakan bahwa pengerahan pompa akan dilakukan setelah air surut sepenuhnya, khusus untuk membantu pembersihan lumpur.

Faktor lain yang memperparah kondisi, menurut Taufik, adalah ketiadaan pembatas antara sungai dan permukiman warga di kawasan terdampak. Hal ini membuat luapan air sungai dengan mudah merangsek masuk ke dalam rumah-rumah penduduk.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer