Ads - After Header

Cacingan Ancam Anak Sumut, Kemiskinan Jadi Biang Keladinya!

Ahmad Dewatara

Cacingan Ancam Anak Sumut, Kemiskinan Jadi Biang Keladinya!

Chapnews – Nasional – Kasus kematian anak di Jawa Barat akibat infeksi cacing menjadi peringatan serius bagi Sumatera Utara (Sumut). Data survei tahun 2023 menunjukkan prevalensi cacingan pada anak di Sumut mencapai angka mengkhawatirkan, 11,8 persen. Angka ini melampaui target nasional di bawah 10 persen per kabupaten/kota yang ditetapkan Permenkes RI Nomor 15 Tahun 2017. Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, mengungkapkan keprihatinannya. "Kasus ini jangan dianggap sepele, cacingan bisa berujung fatal," tegasnya.

Dari 11 kabupaten/kota yang disurvei, lima daerah—Karo (26%), Deli Serdang (23%), Batubara (17,2%), Labuhanbatu (20%), dan Sibolga (20%)—belum memenuhi target penurunan prevalensi cacingan. Faisal menjelaskan keterbatasan dana menjadi kendala untuk melakukan survei lebih luas. "Hanya 11 kabupaten kota yang disurvei karena keterbatasan anggaran," imbuhnya. Meski demikian, capaian Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan di Sumut cukup baik, mencapai 97,1 persen pada semester I tahun 2025.

Cacingan Ancam Anak Sumut, Kemiskinan Jadi Biang Keladinya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Cacingan, disebabkan oleh infeksi cacing seperti Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan Ancylostoma duodenale/Necator americanus, ditandai dengan gejala seperti kurang nafsu makan, lesu, nyeri perut, diare, mual, penurunan berat badan, hingga keluarnya cacing dari anus atau mulut. Faisal menekankan hubungan erat antara kemiskinan, akses air bersih, dan sanitasi buruk dengan tingginya angka cacingan. Masyarakat miskin sering tinggal di lingkungan kumuh, kesulitan membangun jamban sehat, dan terbatas aksesnya pada air bersih. Hal ini meningkatkan risiko infeksi cacing, terutama cacing tambang.

Kurangnya kebiasaan mencuci tangan, buang air besar sembarangan, dan jarang memakai alas kaki juga menjadi faktor risiko. Anak-anak yang sering bermain tanah tanpa alas kaki sangat rentan. Dampak cacingan pun serius; anemia, kurang gizi, tubuh lemas, dan penurunan daya konsentrasi yang mengganggu prestasi belajar. Bahkan, pada orang dewasa, cacingan dapat menurunkan produktivitas kerja.

Faisal menghimbau peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan, menggunakan air bersih, menjaga kebersihan makanan, menggunakan jamban sehat, dan rutin minum obat cacing minimal dua kali setahun. dr. Hendri Wijaya, SpA(K), Ketua Unit Kerja Infeksi Penyakit Tropis IDAI Sumut, menambahkan bahwa infeksi cacing berat mengindikasikan reinfeksi berulang dan menekankan pentingnya kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer