Ads - After Header

Dari Jakarta ke Papua: Kisah Salat Id Muhammadiyah yang Unik!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Gaung takbir mengiringi pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah oleh warga Muhammadiyah di berbagai penjuru Indonesia pada Jumat. Meski ada perbedaan penetapan 1 Syawal dengan pemerintah, nuansa ibadah tetap terasa khidmat, diwarnai semangat kebersamaan dan toleransi yang kental.

Di ibu kota, Jakarta, pusat kegiatan Salat Id Muhammadiyah terlihat di Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah serta beberapa lokasi lain, termasuk Masjid Baitusy Syifa, RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Sejak dini hari, ribuan jamaah telah memadati area masjid, bahkan meluber hingga ke halaman, trotoar, dan sebagian ruas jalan. Lantunan takbir tak henti berkumandang, menyambut kedatangan jamaah yang mengenakan busana terbaik mereka. Khutbah Idulfitri di lokasi ini disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan Seni Budaya dan Olahraga, Irwan Akib, yang turut menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah perbedaan penentuan hari raya.

Dari Jakarta ke Papua: Kisah Salat Id Muhammadiyah yang Unik!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bergeser ke Jawa Barat, ribuan jamaah membanjiri Lapangan Lodaya, Bandung, untuk menunaikan Salat Id. Sejak subuh, arus kedatangan jamaah terus mengalir, menciptakan lautan manusia yang memenuhi setiap sudut lapangan. Antusiasme warga begitu terasa, merefleksikan semangat menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

Kisah yang tak kalah mengharukan datang dari Sumatera Barat. Ratusan warga Jorong Labuah, Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, melaksanakan salat di lapangan terbuka. Lokasi ini bukanlah masjid, melainkan tanah kosong yang diratakan menggunakan material sisa bencana galodo yang melanda wilayah tersebut. Alat berat masih tampak di sisi lokasi, menjadi saksi bisu kondisi yang belum sepenuhnya pulih. Jamaah, yang datang sejak pukul 07.00 WIB, harus berjalan kaki melewati jalur berbatu, bahkan mendaki dan menuruni medan yang sulit. Namun, keterbatasan itu tak menyurutkan semangat mereka. Dari balita hingga lansia, semua hadir dengan pakaian terbaik atau mukena yang langsung dikenakan dari rumah, menunjukkan keteguhan dan kebersamaan yang luar biasa.

Menjelajah ke timur Indonesia, sekitar 1.000 warga Muhammadiyah di Kota Jayapura, Papua, melaksanakan Salat Id di halaman Panti Asuhan Muhammadiyah Abepura, Distrik Abepura. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Jayapura, tetapi juga dari daerah lain seperti Merauke dan Teluk Bintuni. Pelaksanaan salat berlangsung lancar dan menjadi ajang silaturahmi lintas daerah, mempererat ikatan persaudaraan antarwarga Muhammadiyah di Papua dan sekitarnya.

Sementara itu, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Salat Id digelar di tiga titik berbeda: Praya, Kopang, dan Mantang. Lokasi-lokasi tersebut meliputi halaman Kantor Muhammadiyah, Masjid Darul Falah, serta Masjid Darusalam Kecamatan Kopang. Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan bahwa Idulfitri adalah milik seluruh umat Islam di dunia, bukan hanya satu golongan. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga ketakwaan pasca-Ramadan, memperkuat silaturahmi, serta merawat toleransi di tengah perbedaan. Imbauan khusus juga disampaikan kepada jamaah agar tetap menghormati umat Islam yang masih berpuasa mengikuti ketetapan pemerintah, salah satunya dengan tidak makan dan minum secara mencolok di ruang publik.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, berdasarkan hasil sidang isbat yang menyatakan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan. Perbedaan penetapan hari raya ini memang menjadi dinamika tahunan di Indonesia. Namun, pelaksanaan Salat Id di berbagai daerah ini secara nyata menunjukkan bahwa perbedaan tersebut sama sekali tidak mengurangi kekhidmatan ibadah maupun semangat persaudaraan yang mengikat masyarakat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer