Chapnews – Nasional – Sebuah insiden tragis mengguncang Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Jumat (17/7) pagi. Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk fuso bermuatan galon air mineral diduga mengalami rem blong, menewaskan empat orang dan melukai delapan lainnya. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, memicu kekacauan di ruas jalan utama.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa truk fuso yang dikemudikan oleh Ilham (50) tersebut memang mengalami masalah rem. "Dari pemeriksaan awal, kondisi truk mengalami rem blong. Truk itu melaju dari arah Karo menuju Medan," jelas Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, seperti dikutip dari chapnews.id. Sopir truk kini telah diamankan di Polsek Pancur Batu untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait insiden maut ini.

Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, menambahkan bahwa kecelakaan terjadi di Jalan Jamin Ginting Km 44-45, Desa Suka Makmur, tepat di depan Rumah Makan Garuda Grand Hill. Truk fuso yang melaju dari arah Karo menuju Kota Medan dengan kondisi jalan cukup padat tiba-tiba kehilangan kendali. Akibatnya, truk menabrak delapan kendaraan di depannya secara beruntun. Kendaraan yang terlibat meliputi dua truk cool diesel, lima minibus, dan satu sepeda motor, mengalami kerusakan parah.
Dampak tabrakan beruntun ini sangat parah, menyebabkan empat korban jiwa meninggal dunia di lokasi kejadian. Mereka adalah Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), dan Anton Simorangkir. Selain itu, delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Dua korban luka, Siti Mawan (61) dan Pebrianto Siburian (31), dirawat di puskesmas terdekat. Sementara enam korban luka berat lainnya, yaitu Rafika Lince (41), Harta Ulina (50), Seventri Amandasari Manihuruk (27), Five Sitinjak (11), Gabe Roida Sitinjak (18), dan Rinto Sitinjak (23), telah dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan untuk penanganan medis lebih lanjut.
Petugas kepolisian segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban, mengatur arus lalu lintas yang sempat macet total akibat kendaraan yang ringsek berada di tengah jalan, serta mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan. "Proses pendataan dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan masih terus dilakukan," terang AKBP Sri Lestari Widodo. Setelah evakuasi kendaraan ke sisi jalan, arus lalu lintas dari dua arah (Medan dan Tanah Karo) dilaporkan sudah kembali lancar, meskipun trauma atas kejadian tragis ini masih menyelimuti lokasi.


