Chapnews – Nasional – Sebuah operasi penyelamatan dramatis berhasil mengevakuasi dua turis mancanegara yang terjebak di tebing curam kawasan Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali. Tim SAR gabungan, dengan bantuan helikopter, berhasil mengangkat kedua korban pada Kamis (23/4) sekitar pukul 13.30 Wita. Insiden menegangkan ini melibatkan personel gabungan dari Polresta Denpasar, Basarnas Bali, serta tim helikopter SGI Benoa.
Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengidentifikasi kedua korban sebagai DZ (21), seorang perempuan berkebangsaan Rusia, dan SS (52), seorang pria asal Amerika Serikat. Laporan awal mengenai kejadian ini diterima oleh pihak El Kabron Bali Beach Club. Mereka dihubungi oleh seseorang tak dikenal yang mengaku terjebak di tebing dan memohon pertolongan.

"Penelepon misterius tersebut mendapatkan nomor telepon kami dari papan reklame di sekitar lokasi tebing," terang Adi Saputra Jaya, mengutip keterangan dari pihak beach club. Setelah menerima panggilan darurat, manajemen El Kabron Bali segera menghubungi kepolisian. Informasi ini kemudian diteruskan secara berjenjang ke Polsek Kuta Selatan, Satpolairud Polresta Denpasar, hingga akhirnya dikoordinasikan dengan Kantor SAR Bali untuk pengerahan tim penyelamat.
Tim Basarnas Denpasar, yang terdiri dari delapan personel, segera bergerak menuju titik koordinat 8°48’03,8"S – 115°07’01.7"E di Tebing Uluwatu. Namun, tantangan medan yang sangat curam dan sulit dijangkau membuat upaya evakuasi melalui jalur darat tidak memungkinkan. Setelah evaluasi cepat, tim memutuskan bahwa satu-satunya cara efektif adalah dengan menggunakan bantuan udara.
Tak lama berselang, sebuah helikopter dari SGI Benoa tiba di lokasi. Dengan sigap, tim melakukan operasi penyelamatan menggunakan metode hoisting (pengangkatan dengan tali). Kedua turis tersebut berhasil diangkat dari bibir tebing yang berbahaya dan segera diterbangkan menuju heliport SGI Benoa. "Syukurlah, proses evakuasi berjalan lancar dan kedua korban berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup," ujar Adi.
Operasi penyelamatan ini merupakan hasil koordinasi apik dari berbagai unsur, termasuk Polsek Kuta Selatan, Satpolairud Polresta Denpasar, Basarnas Denpasar, dan tim SGI Benoa. Peralatan canggih yang dikerahkan meliputi satu unit kendaraan penyelamat, satu helikopter, serta perangkat komunikasi dan peralatan SAR pendukung lainnya yang krusial untuk keberhasilan misi.
Saat ini, kedua korban masih menjalani perawatan medis intensif. "Mereka belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut karena masih dalam kondisi trauma pasca-kejadian," jelas Adi. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pengelola penginapan tempat kedua turis menginap untuk memastikan penanganan lanjutan dan kondisi mereka tetap terpantau.


