Chapnews – Nasional – Dunia politik Indonesia kembali diselimuti awan duka. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai NasDem, H. Rachmat Gobel, telah berpulang ke rahmatullah pada hari Jumat (10/7). Kepergiannya sontak mengejutkan dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta masyarakat Gorontalo yang diwakilinya.
Berita duka ini segera menyebar dan dikonfirmasi oleh berbagai kalangan, mulai dari kolega di parlemen hingga Pemerintah Provinsi Gorontalo yang secara resmi menyampaikan belasungkawa melalui akun media sosial mereka. "Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita atas wafatnya H. Rachmat Gobel, Anggota DPR RI, Dapil Gorontalo," demikian bunyi pernyataan yang diunggah oleh akun Instagram Pemerintah Provinsi Gorontalo pada Jumat tersebut, mengiringi kepergian putra terbaik daerah.

Ucapan belasungkawa juga mengalir deras, salah satunya dari Juru Bicara Gubernur Papua, M. Rifai Darus, yang melalui akun Instagram pribadinya mengungkapkan kesedihan mendalam. Rifai mengenang almarhum sebagai sosok inspiratif yang selalu memancarkan semangat inovasi dan ide-ide progresif demi kemajuan daerah. "Innalillahi wainna ilaihi raji’un….Alfatihah …. Doa kami Insya Allah Husnul Khatimah..Aamiin Yaa Rabb. Banyak cerita dan semangat inovasi serta ide-ide baru untuk membangun Daerah, semoga dapat kami teruskan semangat itu," tulis Rifai, menunjukkan betapa besar pengaruh dan warisan pemikiran Rachmat Gobel.
Tak hanya dikenal sebagai politikus berpengaruh yang setia mewakili daerah pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel juga merupakan figur pengusaha terkemuka. Ia adalah pewaris generasi kedua Gobel Group, melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari sang ayah, Thayeb Mohammad Gobel, yang merupakan tokoh penting dalam industri elektronik nasional. Dedikasi beliau terhadap negara juga terbukti melalui jabatannya sebagai Menteri Perdagangan pada kabinet pertama Presiden Joko Widodo, periode 2014-2019. Kepergian Rachmat Gobel, dengan segala rekam jejak dan kontribusinya, tentu menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.


