Chapnews.id – Sektor ekonomi kreatif kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan telah menjelma menjadi tulang punggung utama bagi stabilitas ekonomi di Ibu Kota Jakarta. Hal ini terungkap dalam sebuah pernyataan resmi yang menekankan betapa besarnya dampak dari industri berbasis kreativitas terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDRB Jakarta telah melampaui angka Rp410 triliun. Nilai fantastis ini setara dengan sekitar 11 persen dari total PDRB daerah tersebut. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas masyarakat dan industri kreatif merupakan mesin penggerak ekonomi yang sangat kuat di tengah dinamika kota metropolitan.

Dalam forum bergengsi The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang digelar di Jakarta Pusat, Pramono memaparkan bagaimana perhelatan acara besar atau event berskala besar mampu menciptakan efek domino ekonomi yang luar biasa. Ia mencontohkan bagaimana festival musik dapat memutar roda ekonomi dalam waktu yang sangat singkat.
"Sebagai contoh, ketika festival musik Pestapora digelar bersamaan dengan konser The Weeknd di Jakarta International Stadium (JIS) pada September lalu, kita melihat perputaran ekonomi mencapai hampir Rp250 miliar hanya dalam waktu singkat," jelas Pramono.
Tak hanya dari sektor hiburan musik, kekuatan ekonomi kreatif Jakarta juga terlihat jelas pada ajang perdagangan dan pameran tahunan. Pramono menyebutkan bahwa Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Kemayoran mampu mencatatkan nilai transaksi yang sangat masif, yakni mencapai Rp8,2 triliun dengan jumlah kunjungan mencapai 6,1 juta orang. Selain itu, program Jakarta Great Sale juga memberikan dampak yang tidak kalah besar dengan mencatatkan angka transaksi sebesar Rp26,8 triliun.
Dampak dari gelaran acara-acara besar ini tidak hanya berhenti pada angka transaksi semata. Pramono menekankan bahwa event berskala besar secara otomatis akan menghidupkan sektor pendukung lainnya, seperti industri perhotelan, jasa transportasi, hingga sektor kuliner atau restoran. Lebih jauh lagi, industri ini menjadi katalisator dalam penciptaan lapangan kerja baru serta membuka peluang emas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas.
Menatap masa depan, Jakarta diprediksi akan semakin sibuk dengan berbagai agenda internasional. Berbagai konser musisi dunia seperti Ye (Kanye West), Guns N’ Roses, BTS, hingga Westlife, serta ajang olahraga seperti Jakarta Running Festival (JRF) telah masuk dalam radar kegiatan mendatang.
Pramono memiliki visi besar untuk menjadikan Jakarta sebagai "epicentrum of events" atau pusat perhelatan acara di Indonesia. Melalui komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyusun kebijakan yang mendukung, Jakarta diharapkan mampu menarik lebih banyak penyelenggara acara internasional.
"Ketika sektor kreatif mampu menarik orang-orang dari berbagai penjuru untuk datang ke Jakarta, kami ingin manfaat ekonominya dapat dirasakan secara merata dan seluas-luasnya oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya. Melalui strategi ini, Jakarta optimis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat kreativitas dan ekonomi global di kawasan Asia Tenggara.

