Chapnews – Nasional – Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mendesak pemecatan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin setelah insiden keracunan massal yang menimpa lebih dari 500 santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo. Peristiwa tragis ini diduga kuat akibat konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan tindakan tegas berupa pencopotan jabatan dan penggantian kepala SPPG tersebut. "Kami mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian," tegas Ketut, Rabu.

Selain tuntutan pemecatan, SPPG Talang Angin juga telah dikenakan sanksi suspend dengan kategori berat selama 30 hari. BGN juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan investigasi mendalam guna mencari tahu penyebab pasti keracunan massal ini. "Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," jelasnya.
Fokus utama BGN saat ini adalah penanganan kesehatan para korban. Ketut menekankan pentingnya penyelamatan dan pemulihan kondisi santri yang masih dirawat. "Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit," ujarnya.
Berdasarkan data investigasi awal, lebih dari 500 orang terdampak insiden ini. Informasi terbaru dari RSUD RT Notopuro Sidoarjo, hingga Rabu pukul 15.30 WIB, dari total 380 pasien yang ditangani, 353 santri telah diizinkan pulang. Namun, 5 pasien masih menjalani perawatan intensif di ruang biasa, dan 22 lainnya dalam tahap observasi.
Humas RSUD Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana, mengonfirmasi bahwa kondisi pasien yang diobservasi menunjukkan perbaikan, meskipun beberapa masih mengeluhkan diare dan sakit perut. "Kondisi mereka sudah membaik. Memang masih jalan observasi tadi tadi itu diare. Masih sakit perut," kata Rizqi. Ia menambahkan, lima pasien yang dirawat juga tidak memerlukan penanganan di ruang ICU, menunjukkan kondisi yang stabil.


