Ads - After Header

Kaget! Koperasi Desa di Kuburan? Kades Cigobang Buka Suara!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah rekaman video berdurasi 43 detik yang memantik kehebohan. Video tersebut menampilkan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cigobang yang tampak berdiri di sekitar area pemakaman umum di Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Sudut pengambilan video yang menyusuri jalan setapak di sela-sela kuburan memicu narasi seolah-olah bangunan koperasi tersebut berdiri tepat di tengah kompleks pemakaman.

Dalam rekaman video viral itu, seorang perempuan terdengar mengungkapkan keheranannya, "Duh apa ini Kopdes. Kopdes ada di kuburan guys," saat kamera bergerak di antara nisan-nisan. Narasi ini dengan cepat menyebar dan menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan warganet.

Kaget! Koperasi Desa di Kuburan? Kades Cigobang Buka Suara!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi polemik yang berkembang pesat di media sosial, Kepala Desa (Kuwu) Cigobang, M. Abdul Zei, segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang beredar. Ia dengan tegas menyatakan bahwa bangunan KDMP didirikan di atas lahan milik desa yang posisinya terpisah dari area pemakaman.

"Saya akan mengklarifikasi permasalahan yang viral di media sosial, yaitu di akun TikTok, bahwa jalan akses utama masuk ke KDMP Desa Cigobang lewat pemakaman itu salah besar. Dan lokasinya pun tidak ada di dalam area pemakaman," ujar Abdul Zei seperti dikutip chapnews.id, Rabu (2/9).

Bukan Akses Utama, Hanya Jalur Alternatif

Abdul Zei menjelaskan, jalan setapak di area pemakaman yang terekam dalam video memang nyata adanya dan dapat dilintasi warga. Namun, ia menegaskan bahwa jalur tersebut hanyalah jalan alternatif, bukan akses utama menuju koperasi. Jalur sempit itu, yang juga berdekatan dengan area sekolah, biasanya dilalui oleh warga serta pelajar yang menggunakan sepeda maupun sepeda motor.

"Jalan itu jalan alternatif untuk masyarakat, untuk anak-anak sekolah, karena berdekatan dengan sekolah," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa jalur tersebut hanya memungkinkan akses untuk sepeda dan motor, sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

Lebih lanjut, Abdul Zei memaparkan bahwa rute jalur alternatif tersebut dimulai dari Balai Desa Cigobang, lurus hingga area pemakaman, kemudian belok kiri. "Itu kan akses pemakaman, bukan jalan utama untuk ke KDMP kalau di situ," tegasnya.

Menurut Abdul Zei, akses utama menuju KDMP Cigobang berada di sisi barat bangunan. Jalur ini berukuran jauh lebih lebar dan berfungsi sebagai akses operasional koperasi sekaligus penghubung ke kawasan pertanian warga. "Yang aslinya, jalan intinya itu ada di sebelah barat. Di jalan barat, sebelah KDMP-nya, itu ada jalan besar. Itu jalan utama untuk masuk ke akses KDMP Desa Cigobang," tuturnya.

Kesepakatan Desa untuk Lokasi Strategis

Terkait kedekatan bangunan koperasi dengan area pemakaman, pihak desa tidak menampiknya. Namun, Abdul Zei menekankan bahwa penentuan lokasi telah melalui prosedur musyawarah resmi dan disepakati bersama antara pemerintah desa serta pengurus koperasi.

"Nah, kita sesuai hasil musyawarah desa, kesepakatan bersama, bahwa Pemerintah Desa menyiapkan lahan desanya untuk pembangunan Kopdes," terangnya. Lokasi tersebut dinilai strategis dan memudahkan mobilitas masyarakat desa. "Tidak menyulitkan warga, karena itu jalan poros, jalan alternatif, dan tidak menyulitkan warga. Ketika warga ke situ, itu aksesnya gampang malahan," imbuh Abdul Zei, mengakhiri klarifikasinya.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer