Ads - After Header

Gus Yahya Aman! Ulama NU Tolak Pemakzulan Ketum

Ahmad Dewatara

Gus Yahya Aman! Ulama NU Tolak Pemakzulan Ketum

Chapnews – Nasional – Silaturahmi akbar alim ulama yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghasilkan kesepakatan penting: kepengurusan PBNU akan berjalan penuh satu periode tanpa ada upaya pemakzulan terhadap Ketua Umum, Yahya Cholil Staquf. Hal ini ditegaskan oleh Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, usai pertemuan yang berlangsung pada Minggu (23/11) malam.

Ahmad Said Asrori menjelaskan bahwa ada tiga poin utama yang disepakati dalam forum tersebut. Pertama, para kiai sepakat untuk mengadakan silaturahmi yang lebih besar, melibatkan lebih banyak alim ulama, guna membahas isu-isu yang berkembang di masyarakat. "Semua kiai mengusulkan agar ada silaturahmi yang lebih besar di antara para alim, para kiai. Jadi bagaimana ini kita sudah menjadi konsumsi publik ada masalah," ujar Said di Kantor PBNU, Minggu (23/11) malam.

Gus Yahya Aman! Ulama NU Tolak Pemakzulan Ketum
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kedua, para kiai sepakat bahwa kepengurusan PBNU akan berjalan hingga Muktamar berikutnya, yang diperkirakan akan diadakan tahun depan. "Sepakat kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode yang muktamarnya kurang lebih satu tahun lagi. Semuanya, tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, semua sepakat begitu," tegasnya.

Ketiga, para kiai menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan tafakur demi kebaikan bersama. "Jadi sekali lagi, tidak ada pengunduran dan tidak ada pemaksaan pengunduran diri. Tidak ada. Ini sekali lagi saya tegaskan, tidak ada. Semua harus, semuanya pengurusan harian PBNU mulai Rais Aam sampai jajaran, Ketua Umum dan jajaran sempurna sampai Muktamar yang akan datang," imbuh Said.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengungkapkan bahwa silaturahmi tersebut dihadiri oleh sekitar 50 kiai, baik secara langsung maupun melalui platform Zoom. "Kiai dari berbagai daerah dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan ini ada Syekh Ali Akbar Marbun dari Medan, Sumatera Utara," kata Yahya.

Dalam pertemuan tersebut, para kiai menyayangkan polemik yang muncul terkait rapat harian Syuriah dan risalah rapat. Mereka sepakat bahwa semua permasalahan organisasi harus diselesaikan berdasarkan AD/ART dan aturan yang berlaku. "Semuanya menghendaki agar segala sesuatu yang jadi masalah dalam organisasi dikembalikan kepada AD/ART, dikembalikan kepada sistem aturan yang ada dan walaupun ada kekurangan-kekurangan, ganjalan-ganjalan harus diselesaikan bersama tanpa mengembangkan konflik diantara jajaran kepemimpinan yang ada," jelas Yahya.

Silaturahmi yang lebih besar rencananya akan digelar di Pesantren Lirboyo dalam waktu dekat. Gus Yahya berharap pertemuan ini dapat membuka jalan keluar dari konflik internal PBNU. "Insyaallah nanti akan digelar pertemuan yang lebih luas dengan menghadirkan para kiai sepuh lebih banyak dan juga unsur-unsur kepemimpinan dalam lingkungan Nahdlatul Ulama yang akan di tuan rumahi oleh pesantren Lirboyo di Kediri," ungkapnya.

Sebelumnya, beredar risalah rapat harian Syuriah PBNU yang berisi desakan agar Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dalam waktu tiga hari, terkait undangan narasumber jaringan zionisme internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU). Namun, dengan adanya kesepakatan dalam silaturahmi alim ulama, isu pemakzulan tersebut dinyatakan tidak berlaku.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer