Chapnews – Nasional – Suasana duka menyelimuti Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, setelah seorang pekerja bongkar muat ditemukan tewas tenggelam menyusul insiden olengnya kapal kontainer Pacific 88. Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (2/2) dini hari saat kapal bersandar dan menjalani proses bongkar muat di Dermaga Jamrud Selatan.
Korban, yang diidentifikasi sebagai Kasbi (68), seorang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), ditemukan tak bernyawa di perairan sekitar lokasi kejadian. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), mengonfirmasi penemuan jenazah Kasbi sekitar satu mil laut dari titik awal insiden. "Tim SAR gabungan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal di lokasi," ujar Nanang.

Setelah berhasil dievakuasi ke darat, jenazah Kasbi segera dibawa ke RS PHC untuk penanganan medis lebih lanjut dan proses identifikasi oleh pihak berwenang.
Insiden nahas ini bermula sekitar pukul 04.00 WIB. Senior Manager Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Karlinda Sari, menjelaskan bahwa saat proses bongkar muat berlangsung, kapal Pacific 88 tiba-tiba mengalami kemiringan signifikan ke arah darat. Ketidakseimbangan ini menyebabkan beberapa petikemas jatuh ke laut di sisi dermaga.
Akibatnya, sejumlah pekerja yang berada di lokasi terhimpit dan sebagian lainnya tersapu ke perairan. Lima pekerja berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut, namun Kasbi sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan tewas.
Tim SAR gabungan mengerahkan segala upaya dalam operasi pencarian. Satu tim penyelam dari Kantor SAR dan personel KN SAR melakukan penyisiran permukaan air menggunakan rigid inflatable boat (RIB). Selain itu, tiga penyelam dari Kantor SAR Kelas A Surabaya, dibantu satu personel dari BPBD Kota Surabaya, juga melakukan pencarian di bawah air. Kendala utama yang dihadapi adalah jarak pandang yang sangat terbatas di bawah laut. "Meski demikian, tim SAR tetap berupaya maksimal dengan mengombinasikan penyelaman dan penyisiran permukaan," tambah Nanang.
Hingga kini, penyebab pasti kemiringan kapal Pacific 88 yang mengakibatkan tragedi ini masih dalam tahap investigasi oleh pihak terkait. chapnews.id akan terus memantau perkembangan penyelidikan ini.



