Chapnews – Nasional – Amukan si jago merah meluluhlantakkan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25 Juli) lalu. Insiden tragis ini menyebabkan sedikitnya 70 unit rumah adat hangus terbakar, memaksa 420 jiwa dari 70 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan mengungsi.
Data awal yang berhasil dihimpun chapnews.id dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menunjukkan skala kehancuran yang masif. Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, mengungkapkan bahwa hampir seluruh harta benda milik warga tak dapat diselamatkan dari kobaran api yang ganas.

Api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.00 WIB, bermula dari fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) umum yang berlokasi di pinggir permukiman, tak jauh dari Rumah Gede atau Imah Gede. Dugaan kuat penyebabnya adalah korsleting listrik yang memicu percikan api di bagian atap bangunan. Kondisi rumah adat yang mayoritas dibangun dengan material kayu dan beratap ijuk, ditambah hembusan angin kencang serta jarak antarhunian yang sangat rapat, membuat api menyebar dengan kecepatan luar biasa. Puluhan rumah rata dengan tanah hanya dalam hitungan jam.
"Karena bangunannya dekat Kasepuhan ini kebanyakan beratap ijuk, maka api dengan sangat cepat menyebar karena bantuan angin juga. Apalagi posisi rumah di sini berdempetan," jelas Kuswan, menggambarkan betapa cepatnya api melahap permukiman tradisional tersebut.
Di tengah musibah besar ini, ada secercah kabar baik: tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan. Kuswan Hermawan memuji kesigapan warga serta kuatnya ikatan kekeluargaan di kampung adat tersebut. "Alhamdulillah korban jiwa tidak ada, korban luka pun tidak ada. Saat kejadian sebagian warga masih di kebun dan sebagian ada di rumah. Namun, berkat kesiagaan dan semangat gotong royong yang kuat di Kasepuhan ini, mereka berhasil saling bahu-membahu menyelamatkan diri," terangnya.
Saat ini, 420 warga terdampak terpaksa mengungsi sementara di rumah-rumah kerabat dan tetangga yang selamat dari amukan api. BPBD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Sosial bergerak cepat untuk menyiapkan penanganan darurat di lapangan. Kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan para korban meliputi tenda pengungsian darurat, bantuan pakaian (sandang), serta makanan siap saji dan bahan pangan.
"Sementara ini mereka berada di rumah saudara dan tetangganya sebelum kita mendirikan tenda. Kita berkoordinasi dengan kantor BPBD dan Dinas Sosial untuk menyiapkan tenda pengungsian sementara. Insyaallah tenda hari ini datang," tambah Kuswan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membantu para korban. Tragedi ini menjadi pukulan berat bagi komunitas adat Ciptamulya, namun semangat kebersamaan dan bantuan dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu mereka bangkit kembali.


