Ads - After Header

IHSG Anjlok? Dirut BEI Ungkap Biang Kerok Sebenarnya!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara tegas membantah spekulasi yang mengaitkan gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan arus keluar modal asing dengan dinamika politik domestik, termasuk pidato kenegaraan yang sempat viral di media sosial. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa pemicu utama fluktuasi pasar saat ini adalah ketidakpastian ekonomi global yang kian memuncak.

Berbicara di Gedung BEI pada Senin (13/7/2026), Jeffrey menjelaskan bahwa korelasi antara peristiwa politik dan keputusan investasi di pasar modal telah mengalami penurunan signifikan dari waktu ke waktu. "Jika kita bandingkan dengan era 1980-an, korelasi politik dan investasi memang masih tinggi. Namun, saat ini, termasuk di Indonesia, pengaruh kegiatan politik terhadap keputusan investasi di pasar modal sudah tidak sebesar dulu," ujarnya. Ia menambahkan, tren serupa juga teramati di banyak negara dengan pasar modal yang lebih mapan.

IHSG Anjlok? Dirut BEI Ungkap Biang Kerok Sebenarnya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pernyataan Jeffrey ini sekaligus menanggapi spekulasi yang beredar luas di platform digital, yang kerap menghubungkan koreksi IHSG dengan pidato Presiden Prabowo Subianto atau momen politik tertentu. Menurutnya, pandangan tersebut terlalu menyederhanakan kompleksitas pasar. "Analisis yang hanya terpaku pada satu atau dua faktor tidaklah tepat. Keputusan investasi selalu didasari oleh berbagai pertimbangan rasional ekonomi dan bukan sekadar sentimen politik," tegas Jeffrey, seraya menekankan pentingnya melihat gambaran pasar secara holistik.

Lebih lanjut, Jeffrey memaparkan bahwa biang kerok utama volatilitas pasar saat ini adalah eskalasi ketidakpastian global. Ini dipicu oleh serangkaian perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi internasional yang saling terkait. Ia menyoroti kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat, yang secara signifikan menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi global. Di samping itu, konflik geopolitik yang berkecamuk, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga memanasnya situasi di Timur Tengah, juga tak pelak menciptakan gelombang ketidakstabilan di pasar keuangan dunia.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer